-->
    |
Follow Us :

Mengejutkan! Nenek di Spanyol Muncul Kembali Usai Disangka Meninggal Akibat Covid-19

Kali Dibaca
Ket Foto : Ilustrasi lansia di panti jompo Spanyol yang berpelukan dengan sanak saudara mencegah penularan Covid-19. (AP/Emilio Morenatti)

Mediaapakabar.com
- Seorang nenek di Spanyol bernama Rogelia Blanco (85) yang dinyatakan meninggal akibat virus corona (Covid-19), muncul kembali setelah sembilan hari dimakamkan. Kejadian tersebut mengejutkan pihak keluarga.

Surat kabar La Voz de Galicia pada Minggu (24/1/2021) yang dikutip Reuters melaporkan, awalnya keluarga Blanco mendapatkan kabar bahwa wanita berusia 85 tahun itu meninggal karena terpapar Covid-19 pada 13 Januari, dan dimakamkan keesokan harinya.


Berdasarkan protokol kesehatan, pihak keluarga tidak menghadiri pemakaman tersebut. Jadi ketika Blanco tiba-tiba muncul dalam keadaan sehat di panti jompo di Xove, Spanyol utara, pada Sabtu (23/1/2021) lalu, mengejutkan banyak pihak.


"Saya tidak percaya. Saya menangis, setelah kematian istri saya," kata suami Blanco, Ramon, yang juga tinggal di panti jompo tersebut.


Dilansir Reuters, rupanya hal tersebut terjadi karena adanya kesalahan teknis. Yayasan San Rosendo yang mengelola panti tersebut mengaku ada kesalahan laporan kematian.


Awal mulanya, Blanco dan warga lain yang dites positif Covid-19 dipindahkan ke panti jompo lain pada 29 Desember 2020 untuk menerima perawatan khusus.


"Di antara orang tua yang dipindahkan adalah dua wanita yang ditempatkan di ruangan yang sama," kata yayasan itu dalam pernyataan dilansir dari CNNIndonesia.com, Senin (25/01/2021).


Pihaknya menambahkan, dua orang tua itu kemudian dipindahkan ke kediaman Os Gozos di Pereiro de Aguiar yang berjarak 223 kilometer dari Xove.


"Kesalahan identifikasi selama proses pemindahan dari Xove ke Pereiro de Aguiar menyebabkan salah satu dari mereka meninggal dan disertifikasi pada 13 Januari, meskipun ada kesalahan identitas," tutur yayasan tersebut.


Selain itu, pihak yayasan juga menyatakan penyesalannya atas insiden itu.


"Ini adalah peristiwa pertama, di antara lebih dari 100 transfer (pasien) yang telah dilakukan sejak Desember lalu ke Os Gozos," ungkapnya. (Reuters/CNNI)

Komentar

Berita Terkini