Jadi Calon Tunggal Kapolri, Komisi III DPR RI: Komjen Listyo Sigit Orangnya Emang Kalem, Tapi…

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo pengganti Jenderal Polisi Idham Azis. (Kompas.com)


Mediaapakabar.com - Anggota Komisi III DPR RI, Moh Rano Alfath, ikut buka suara terkait sosok calon tunggal Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo pengganti Jenderal Polisi Idham Azis.

Ia menilai sosok Listyo yang saat ini menjabat sebagai Kabareskrim Polri merupakan sosok yang tidak pernah neko-neko dalam mengemban tugas.


"Pak Sigit orangnya enggak neko-neko saat menjalankan tugas amanah dari negara," ucapnya sebagaimana dilansir dari laman Pojoksatu.id di Jakarta, Jumat (15/1/2021).


Lanjutnya, ia tidak menampik bahwa Komjen Listyo memang memiliki kepribadian yang kalem. 


Namun, mantan ajudan Presiden Jokowi itu dinilai memiliki sikap tegas dan tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum. 


Hal tersebut terbukti saat Listyo berhasil menyergap buronan koruptor kelas kakap Djoko Tjandra.


"Memang beliau memiliki pribadi kalem, namun tegas menegakkan hukum. Tidak pernah pandang bulu seperti saat menangkap buronan Djoko Tjandra," tukasnya.


Sebagaimana diketahui, Listyo Sigit Prabowo memiliki rekam jejak yang apik di kepolisian dengan beberapa kali mengungkap kasus-kasus besar. 


Misalnya, 12 hari berselang dari pengangkatan sebagai Kabareskrim Polri pada 16 Desember 2019, dia langsung mengungkap pelaku penyerangan air keras terhadap Novel Baswedan.


Sigit mengumumkan secara langsung penangkapan dua terduga pelaku kasus tersebut pada 27 Desember 2019. Mereka adalah RM dan RB, keduanya merupakan oknum anggota kepolisian.


Selain mengungkap kasus Novel Baswedan, Komjen Sigit juga melakukan penangkapan terhadap buronan terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020.


Bahkan, dalam hal ini, Komjen Listyo memimpin langsung tim ke Malaysia guna menangkap Djoko Tjandra.


Sigit menyebut, penangkapan Djoko Tjandra berawal dari perintah Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis membentuk tim untuk membawa buronan Djoko Tjandra kembali ke Indonesia.


"Terhadap peritiwa tersebut, Pak Presiden perintahkan untuk cari keberadaan Djoko Tjandra di mana pun berada dan segera ditangkap untuk dituntaskan sehingga semua menjadi jelas. Atas perintah tersebut, Kapolri bentuk tim khusus yang kemudian secara intensif mencari keberadaan Djoko Tjandra," kata Sigit di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis 30 Juli 2020 malam.


Adapun, Surat presiden terkait calon Kapolri telah diserahkan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada DPR, Rabu (13/1/2021).


"Bapak Presiden menyampaikan usulan pejabat Kapolri yang akan datang dengan nama tunggal, yaitu Bapak Drs Lityo Sigit Prabowo," kata Ketua DPR Puan Maharani.


Sumber : wartaekonomi.co.id

Share:
Komentar

Berita Terkini