-->
    |
Follow Us :

Harga Daging Babi di Toba Naik Drastis hingga Rp 100 Ribu Per Kg, Ini Sebabnya

Kali Dibaca



ILUSTRASI Babi. (SHUTTERSTOCK)


Mediaapakabar.com-Bukan hanya harga bumbu andaliman yang meningkat, ternyata harga daging babi juga meningkat dari Rp 40 ribu hingga Rp 100 ribu di Kabupaten Toba. 

Peningkatan harga daging babi ini terjadi setelah merebaknya virus African Swine Fewer (ASF) yang melanda Kabupaten Toba sejak tahun 2019.

Karena kesulitan mendapatkan pasokan daging babi, para pedagang daging babi memesannya dari daerah di luar Sumatera Utara misalnya daerah Lampung dan Lampung. 

Harga saat ini sudah mencapai Rp 100 ribu dan ada kemungkinan menjadi Rp 120 ribu apalagi jelang Natal dan Tahun baru ini, soalnya harga babi terus menaik,” ujar Suryani Sitompul saat disambangi di tempat jualannya di Pasar Balige pada Sabtu (5/12/2020).

Ternyata, kenaikan harga daging babi bukan karena permintaan yang banyak. Ia menyampaikan bahwa pesanan daging babi di kawasan Toba ternyata menurun secara drastis.

Kebanyakan para pelanggan yang sebelumnya datang rutin, ternyata lebih memilih daging kerbau.

“Ada yang dari Medan, Lampung, dan juga daerah Pekanbaru. Kalau dari daerah kita ini enggak ada lagi atau sudah langkalah. Terlihat juga bahwa antusias pembeli sudah semakin menurun drastis saat ini,” lanjutnya.

Seorang warga Balige Boy Marpaung (32) menuturkan bahwa kelangkaan daging babi di kawasan Toba ini telah dialaminya sejak virus ASF merebak pada tahun 2019.

Dengan demikian, ia kerap mengganti daging babi menjadi daging kerbau dengan alasan harga yang terlalu mahal.

“Kemarin masih harga Rp 100 ribu per kilogram, nah sekarang sudah mulai meningkat lagi. Bahkan saat kutanya para pedagang itu katanya akan menaik Rp 120 ribu. Inilah yang membuat kita sebagai pembeli ataupun pengusaha menjadi khawatir akan menaiknya harga daging ini,” ujar Bob Aritonang (32) saat dikonfirmasi pada Sabtu (5/12/2020).

Menurutnya, menjelang Natal dan Tahun Baru komsumsi daging babi di daerah Toba meningkat dibanding dengan bulan-bulan lainnya.

“Apalagi kalau menjelang Natal dan Tahun Baru ini, kita sebagai warga akan dikunjungi tamu secara khusus keluarga-keluarga yang datang dari luar kita, misalnya yang datang dari perantauan. Sajian daging ini yang kerap kita buat bagi mereka. Tahun ini, banyak juga teman-teman yang memilih daging kerbau kalau ada pesta,” sambungnya.


Sumber :medan.tribunnews.com

Komentar

Berita Terkini