-->
    |
Follow Us :

dr Azwan Hakmi Lubis: Putus Rantai Penularan Covid 19, Program Vaksinasi Perlu Capaian 70%

Kali Dibaca




Mediaapakabar.com-
Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Sumut dr Azwan Hakmi Lubis menyebutkan untuk memutus mata rantai penularan Covid 19 khususnya di Sumatera Utara, program Vaksinasi Covid-19 setidaknya perlu capaian 70 persen.

Dia menambahkan, sejauh ini belum mendengar rumah sakit di Sumut membuka pendaftaran untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19, termasuk rumah sakit swasta yang ingin melaksanakan vaksinasi secara mandiri.  
"Saya kira rumah sakit di Sumut sudah disosialisasikan dan tenaga kesehatannya sudah dilatih. Jadi, tinggal berapa jatah vaksin untuk Sumut dan kapan waktunya, itu yang kita tunggu," ujarnya, kepada wartawan Jumat (25/12/2020).
dr Azwan Hakmi menyatakan, memang saat ini pihak rumah sakit terutama rujukan Covid-19 telah diminta data terkait tenaga kesehatannya. Hal itu sedang berjalan, sembari menunggu instruksi lanjutan dan masa uji klinis vaksin selesai.
Meski vaksinasi tinggal menunggu waktu pelaksanaannya saja, Azwan mengingatkan agar selalu menerapkan 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan serta mencuci tangan dengan sabun tetap dijaga. Apalagi, untuk berjalan dengan baik dalam memutus rantai penularan, perlu capaian vaksinasi 70% baru akan memberikan hasil yang baik.
"Kalau masih sedikit, 3M juga lah yang tetap menjadi andalan kita. Memang vaksin ini usaha kita untuk memutus rantai penularan Covid-19, tapi selama belum berfungsi baik maka tetap perilaku 3M yang menjadi vaksin tangkal corona," tandas dia.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) dr Alwi Mujahit Hasibuan menyatakan, pihaknya belum mengetahui kapan jadwal vaksin corona mulai didistribusikan ke daerah. "Surat edarannya belum ada, ini yang masih kita tunggu," ujarnya, Senin (7/12/2020) lalu.
 
Alwi Mujahit tidak mau berspekulasi sebelum surat edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diterima. Apalagi, jadwal vaksinasi Covid-19 sebelumnya juga sempat molor dari rencana awal pada bulan November. 

"Jadi, yang jelas kita sudah menyiapkan tenaga vaksinatornya. Dari 1.500 yang disiapkan, ada 1.200 di antaranya sudah selesai pelatihan," ungkapnya. (panca)
Komentar

Berita Terkini