|

Pengamat Ini Bilang Banyak Figur Dinilai Bisa Jadi Pemimpin Ibu Kota Baru

Kali Dibaca
Presiden Jokowi mengantongi empat kandidat Kepala Badan Otorita Ibu Kota baru, yakni Bambang Brodjonegoro, Basuki Purnama, Tumiyana dan Abdulah Azwar Anas. Foto/SINDOweekly/Dok

Mediaapakabar.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah mengantongi empat kandidat Kepala Badan Otorita Ibu Kota baru. Mereka adalah Menteri Riset dan Dikti Bambang Brodjonegoro, Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Dirut PT Wika Tumiyana dan Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menyatakan, bisa saja mereka menjadi 'Pimpro' ibu kota baru. Namun untuk Ahok yang baru saja terpilih sebagai Komut Pertamina, masih banyak PR di lembaga plat merah tersebut.

"Bambang Brojonegoro masih bisa lantaran beliau mantan Menteri Bappenas banyak tahu soal ibukota baru. Tapi saat ini beliau fokus di Kementerian Dikti," kata Jerry saat dihubungi SINDOnews, Rabu (4/3/2020).

Menurut Jerry, sebenarnya masih banyak figur terbaik yang bisa menjadi pimpro ibu kota baru. Sehingga pemerintah perlu menyeleksi kembali ahli-ahli tata kota di Indonesia bahkan kalau perlu di luar negeri.


"Di Indonesia bukan hanya Ahok dan Bambang Brojonegoro. Saya sarankan kumpul semua shareholder terkait dan bikin tim penjaringan tanpa muatan politis," tutur dia.

Maka, Jerry berharap, jangan ada 'titipan' untuk mencari figur 'pimpro yang tepat itu. Baginya, kepala badan otorita ini mempertaruhkan nama bangsa. "Jangan hanya maunya partai saja atau keinginan kepala negara tapi keinginan publik," ujar dia.

"Matangkan logo dan design ibu kota dibuat sayembara untuk mencari pimpro libatkan akademisi, praktisi dan pakar-pakar Indonesia di dalam dan luar negeri," imbuh dia.

Dia menambahkan, beberapa waktu lalu ada kongres Perencanaan Kota Sedunia (ISOCARP) ke-55 digelar di Jakarta dan Bogor pada 9-13 September 2019. Sekitar 500 pakar dan perencana kota dunia dari 44 negara. Hadir pula sekitar 30 walik ota.

Untuk itu, kongres bisa dimaksimalkan dan melihat siapa orang yang dianggap kompeten. "Untuk ibu kota baru maka Indonesia belajar ke negara yang iklim, topografis, geografis dan wilayah terotorial sama persis dengan Kalimantan Timur. Lebih cocok Brazilia ibu kota Brasil," pungkasnya.




Sumber : Sindonews.com
Komentar

Berita Terkini