|

Akibat Virus Corona UMKM Terancam Merugi

Kali Dibaca
Ilustrasi (Freepik.com/via Tribun Medan)

Mediaapakabar.com-Pukulan paling berat bagi sejumlah industri adalah tekanan yang meningkat seiring dengan penyebaran virus corona. Banyak industri yang terpaksa harus menutup bisnisnya atau mengurangi jam kerja operasional guna menahan kemungkinan kerugian yang besar akibat lumpuhnya kondisi ekonomi karena covid-19.

"Pelaku UMKM yang disebutkan dapat menunda tunggakan hutang diantaranya di sektor pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pertanian dan pertambangan. UMKM yang berada di sektor tersebut dan industrinya terpukul karena corona bisa menangguhkan cicilan hutangnya ke Bank hingga tahun 2021 mendatang," Jelas Pengamat Ekonomi Sumatra Utara,Gunawan Benjamin kepada Mediaapakabar di Medan, Selasa (24/3/2020) sore.

Menurut Gunawan, penangguhan hutang selama setahun itu bukan jaminan bahwa dalam satu tahun kedepan industrinya akan mampu mengalami pemulihan. Bisa jadi akan ada tetap pelaku UMKM yang belum tentu dapat kembali menghidupkan usahanya. Nah, ini yang perlu diperhatikan terlebih dahulu.

"Penangguhan hutang ini memang baik. Mengurangi beban perusahaan, dan memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk recovery. Disisi lain, penangguhan hutang ini bisa jadi menjadi bencana buat perusahaannya. Yakni lembaga keuangan yang menjadi krediturnya. Penangguhan hutang disatu sisi mendorong membaiknya laju pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

Akan tetapi lanjut Gunawan, disisi lainnya justru menjadi pukulan bagi lembaga keuangannya. Dalam konteks seperti ini ada pihak yang siap menerima kerugian. Dan saya menilai yang siap merugi ya lembaga keuangannya (Bank atau leasing) itu sendiri. Tetapi karena ini sudah aturan OJK saya berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan relaksasi tersebut.

Memang dampak pelemahan penyebaran corona sangat merugikan dunia usaha. Dan saya yakin OJK meenyikapi ini karena ini pilihanyang palingbaik diantara sejumlah opsi terburuk. Ya mau gimana lagi, Semuanya sudah terpuruk karena corona, tutup Gunawan.(abi)

Komentar

Berita Terkini