|

4 Desa di Kecamatan Parmonangan Gotroy Bersihkan Longsoran Lumpur dari Badan Jalan

Kali Dibaca


 Warga empat Desa di Kecamatan Parmonangan Gotong-royong bersama membersihkan lumpur dan pohon tumbang dari badan jalan agar untuk sementara dapat dilalui kendaraan roda dua. (Dok)

Mediaapakabar.com-Hujan yang mengguyur Kecamatan Parmonangan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mengakibatkan longsor sehingga menutupi badan jalan dibeberapa titik. Bahkan, beram jalan sudah banyak yang ambruk.

Warga masyarakat empat desa, Desa Pertengahan, Desa Batu Arimo, Desa Purba Dolok dan Desa Manalu Purba harus berjibaku bergotong -royong secara bersama-sama untuk membuang longsoran lumpur dari badan jalan serta pohon tumbang yang membuat akses jalan lumpuh total.

" Gotroy selalu kita anjurkan melalui  Kepala Desa (Kades) menunggu alat berat dari Pemkab turun. Hal itu kita lakukan agar akses jalan untuk sementara dapat dulu dilalui kendaraan roda dua," ucap Camat Parmonangan Erwan Hutagalung kepada media ini, Sabtu (15/02).

Erwan mengkhawatirkan, bila hujan masih terus mengguyur beberapa desa di Parmonangan, longsoran susulan dari  tebing akan selalu menutupi badan  jalan.
Ditanya kenapa sampai saat ini alat berat dari Pemkab belum juga diturunkan, Erwan mengatakan, bukan Pemkab tidak mau memberikan perhatian dengan menurunkan alat berat.

Pak bupati melalui Kadis PUPR sudah bersedia menurunkan alat berat, namun jalan yang harus dilewati alat berat melalui Desa Pertengahan baru dirabat beton, takut rusak karena belum serah terima.

" Untuk itulah  perlu kita berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kades Pertengahan, Batu Arimo, Purba Dolok dan Manalu Purba untuk saling bekerjasama bagaimana menurunkan alat berat itu. Apakah harus  meroling alat berat, karena kalau diroling jelas akan merusak  rabat beton. Makanya, Senin besok  kita akan rapat khusus untuk ada kesepakatan bersama," jelas Erwan.

Disisi lain, sulitnya akses jalan ke empat desa itu menjadi problem alat berat tidak bisa turun.  Kondisi medan jalan juga menjadi kendala untuk menurunkan alat berat.
" Jadi, pak bupati Drs. Nikson Nababan bukannya tidak peduli, hanya menunggu solusi kesepakatan saja.  Alat berat sudah siap untuk diturunkan, kapan saja masyarakat membutuhkan, apalagi disaat kondisi bencana alam saat ini," tegas Hutagalung. (Win
Komentar

Berita Terkini