|

Mengalami Saraf Kejepit, Bisakah Disembuhkan?

Kali Dibaca


Ilustrasi Saraf Kejepit
Mediaapakabar.com-Kalau sudah sampai terkena saraf kejepit, Anda butuh penanganan yang tepat. Tapi, sebenarnya bisakah masalah kesehatan itu disembuhkan?
Pernahkah mendengar seseorang mengalami saraf kejepit? Atau jangan-jangan Anda sendiri pernah mengalaminya? Ini adalah masalah kesehatan yang serius dan memerlukan penanganan khusus. Tapi, bisakah ini disembuhkan secara total?

Dalam bahasa medis, saraf terjepit disebut Herniated Nucleus Pulposus (HNP). Kondisi ini terjadi ketika bantalan di tulang belakang keluar dari tempat asalnya hingga menjepit saraf.

Perlu diketahui, saraf kejepit bukanlah masalah kesehatan yang berdiri sendiri, tapi disebabkan oleh sesuatu yang lain. Selain itu, kondisi ini bisa terjadi di sejumlah bagian tubuh. Namun, area yang sering terkena adalah punggung bawah (lumbal) atau leher.

Jika tulang belakang bawah sakit, maka hal ini dapat memberi tekanan pada akar saraf dan menyebabkan rasa sakit yang menyebar ke bagian belakang kaki. Demikian pula, bila terjadi saraf terjepit di pergelangan tangan, dapat memunculkan rasa sakit dan mati rasa di tangan serta jari-jari.
Gejala Saraf Kejepit

Saraf terjepit memiliki beberapa gejala tertentu yang bisa diketahui untuk penanganan lebih dini. Sebaiknya jangan menunggu sampai parah untuk mengobatinya.
Berikut gejala saraf terjepit yang paling umum terjadi:

Nyeri lokal di daerah saraf yang terjepit seperti leher atau punggung bagian bawah.

Kesemutan hingga mati rasa.

Sensasi terbakar.

Kelemahan otot.

Gangguan buang air kecil dan disfungsi seksual.

"Nyeri biasanya dipicu oleh perubahan posisi tubuh, membungkuk, batuk, mengejan, mengangkat beban, atau suhu dingin," ujar dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter.

Oleh karena itu, untuk menghindari saraf kejepit, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

Hindari posisi membungkuk ketika mengambil benda di lantai. Sebaiknya jongkok terlebih dahulu.

Olahraga teratur agar membentuk otot punggung yang lebih kuat sehingga dapat melindungi tulang belakang.

Jaga postur tubuh tetap baik saat berjalan, duduk, dan berdiri.
Stretching atau peregangan sangat dibutuhkan.

Jaga berat badan tetap ideal karena obesitas meningkatkan faktor risiko HNP.

Pernahkah mendengar seseorang mengalami saraf kejepit? Atau jangan-jangan Anda sendiri pernah mengalaminya? Ini adalah masalah kesehatan yang serius dan memerlukan penanganan khusus. Tapi, bisakah ini disembuhkan secara total?

Dalam bahasa medis, saraf terjepit disebut Herniated Nucleus Pulposus (HNP). Kondisi ini terjadi ketika bantalan di tulang belakang keluar dari tempat asalnya hingga menjepit saraf.

Perlu diketahui, saraf kejepit bukanlah masalah kesehatan yang berdiri sendiri, tapi disebabkan oleh sesuatu yang lain. Selain itu, kondisi ini bisa terjadi di sejumlah bagian tubuh. Namun, area yang sering terkena adalah punggung bawah (lumbal) atau leher.

Jika tulang belakang bawah sakit, maka hal ini dapat memberi tekanan pada akar saraf dan menyebabkan rasa sakit yang menyebar ke bagian belakang kaki. Demikian pula, bila terjadi saraf terjepit di pergelangan tangan, dapat memunculkan rasa sakit dan mati rasa di tangan serta jari-jari.

Gejala Saraf Kejepit

Saraf terjepit memiliki beberapa gejala tertentu yang bisa diketahui untuk penanganan lebih dini. Sebaiknya jangan menunggu sampai parah untuk mengobatinya.

Berikut gejala saraf terjepit yang paling umum terjadi:

Nyeri lokal di daerah saraf yang terjepit seperti leher atau punggung bagian bawah.

Kesemutan hingga mati rasa.

Sensasi terbakar.

Kelemahan otot.

Gangguan buang air kecil dan disfungsi seksual.

"Nyeri biasanya dipicu oleh perubahan posisi tubuh, membungkuk, batuk, mengejan, mengangkat beban, atau suhu dingin," ujar dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter.

Oleh karena itu, untuk menghindari saraf kejepit, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

Hindari posisi membungkuk ketika mengambil benda di lantai. Sebaiknya jongkok terlebih dahulu.

Olahraga teratur agar membentuk otot punggung yang lebih kuat sehingga dapat melindungi tulang belakang.

Jaga postur tubuh tetap baik saat berjalan, duduk, dan berdiri.

Stretching atau peregangan sangat dibutuhkan.

Jaga berat badan tetap ideal karena obesitas meningkatkan faktor risiko HNP.

Bisakah Saraf Kejepit Disembuhkan?

Bagi Anda yang mengalami masalah kesehatan ini, mungkin bertanya-tanya apakah bisa disembuhkan atau tidak. Nyatanya memang bisa disembuhkan.

Namun, berbagai fase penyakit ini perlu diperhatikan dengan seksama. Kalau masih dalam tahap ringan, Anda bisa mengurangi gejalanya dengan istirahat dan fisioterapi.

"Kalau kondisi saraf terjepitnya masih dalam kondisi yang tidak terlalu parah, bisa dengan banyak istirahat atau penguatan otot-otot dengan terapi," ujar dr. Rio Aditya dari KlikDokter.

"Tapi kalau misalnya tingkat keparahan saraf terjepitnya sudah semakin berat, kadang “sesuatu” yang menjepit itu tidak bisa kembali lagi. Kalau masih ringan, biasanya masih bisa sembuh," sambungnya.

Dalam kondisi ringan, fisioterapi biasanya hanya untuk mendukung kondisi tubuh. Ini agar otot-otot bisa tetap menopang dalam beraktivitas. Selain itu, dalam kondisi ringan, obat-obatan golongan OAINS (Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid) dapat diberikan untuk meringankan keluhan.

Di samping itu, penderita juga bisa beristirahat atau mengurangi aktivitas selama beberapa hari atau minggu. Adapun pilihan terapi lain yang juga membantu meringankan keluhan yaitu pijat, terapi dingin atau panas, stretching, stimulasi otot secara elektrik, dan lainnya.

Jika Anda tak mendapatkan hasil berarti setelah melakukan terapi di atas selama 3-4 minggu, maka penyuntikan steroid secara epidural dapat dijadikan pilihan terapi selanjutnya. Namun perlu diingat, terapi di atas hanya untuk saraf terjepit yang tergolong ringan.

Bagaimana untuk kasus yang berat? Pada kasus berat, jalan terbaik adalah operasi. Kasus seperti ini ditandai dengan gejala nyeri hebat, kebas atau kelemahan otot, tidak mampu menahan kencing atau buang air besar, dan kesulitan berdiri atau berjalan.

"Fisioterapi hanya untuk support saja, sehingga postur dan gerakan tidak memberi kompensasi supaya tidak semakin berat," kata dr. Rio.

"Operasi bisa menyembuhkan saraf terjepit. Biasanya, “jepitan” yang menjepit saraf itu diambil dan biasanya langsung beres. Operasi jadi jalan terbaik kalau saraf terjepit sudah berat, karena kalau sudah berat, mau minum obat atau fisioterapi tidak akan sembuh," ungkapnya.

Jadi, jalan terbaik adalah operasi bagi pasien saraf terjepit yang kondisinya sudah berat. Sebaiknya, bagi Anda yang mengalami masalah kesehatan ini, berdiskusi dengan dokter untuk terapi yang terbaik.


Sumber : Klikdokter.com
Komentar

Berita Terkini