|

Diduga Cemari Lingkungan, DLH Simalungun Diminta Periksa Limbah PLTMH Karai III

Kali Dibaca




Add caAlat berat milik PLTMH Karai yang jatuh ke sungai Karai Mei 2019 lalu akibat longsor.(Foto/Sindonews/Ist)ption

Mediaapakabar.com-Diduga mencemari lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Simalungun diminta memeriksa pengolahan limbah Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Karai III, Desa Bongguran Kariahan, Kecamatan Raya.

Direktur Masyarakat Peduli Simalungun (MPS) Marsono Purba kepada Sindonews.com,Kamis (14/11/2019) mengatakan, pihaknya menerima informasi masyarakat adanya indikasi penimbunan limbah seperti oli kotor di sekitar kawasan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Karai III, Desa Bongguran Kariahan, Kecamatan Raya.

Bahkan menurut Marsono,Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Karai III, Desa Bongguran Kariahan, Kecamatan Raya juga diduga membuang limbah seperti oli kotor mesin ataupun peralatan lain yang digunakan langsung ke sungai Karai.

Bila memang Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Karai III,melakukan pencemaran lingkungan pemerintah daerah diminta tegas memberikan sanksi dan proyek tersebut wajib mengolah limbahnya sesuai ketentuan sehingga tidak memberikan dampak negatif nantinya bagi warga sekitar.

Kepala DLH Pemkab Simalungun,Misliani Saragih berjanji akan menindak lanjuti informasi warga terkait limbah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Karai III, Desa Bongguran Kariahan, Kecamatan Raya."Akan segera ditindak lanjuti ya," sebut Misliani singkat.

Sedangkan pihak PLTMH Karai III yang dikonfirmasi melalui Ayong mengatakan pihaknya tidak memiliki limbah,karena yang ada hanya hasil ledakan terowongan yang berbentuk pecahan batu,dan difungsikan untuk perbaikan jalan. Dia juga mengatakan oli hanya dipakai untuk alat berat dan hanya satu unit.

"Indikasi pencemaran lingkungan oleh pelaksana pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Karai III, Desa Bongguran Kariahan, Kecamatan Raya,sesuai laporan masyarakat,sehingga Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Simalungun saya minta untuk memeriksa kebenarannya," ujar Marsono,Kamis (14/11/2019).

Sumber  : Sindonews.com
Editor      : Armen
Komentar

Berita Terkini