|

Bupati Bidik Lima Prioritas Pembangunan Yang Mandiri Dan Berkualitas

Kali Dibaca
Bupati Taput,Drs. Nikson Nababan, M.Si 


Penulis : Darwin Manalu, SE

Mediaapakabar.com-Kabupaten Tapanuli Utara dibawah kepemimpinan Drs. Nikson Nababan, M.Si bersama wakilnya Sarlandy Hutabarat, SH  membidik lima sektor prioritas pembangunan lima tahun kedepan dengan mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan elemen masyarakat lainnya untuk bekerja serius dan bekerja cepat.

Diperiode keduanya ini, bupati dalam mewujudkan visinya menjadikan  “ Tapanuli Utara Sebagai Lumbung Pangan dan SDM Berkualitas Serta Daerah Tujuan Wisata“ harus didasari  melalui pembangunan  lima sektor prioritas yaitu,  pendidikan, kesehatan, pertanian, insfratruktur dan parawisata.

Membidik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengarahkan tepat sasaran. Membidik juga memiliki 2 (dua) arti. Membidik adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tapi maknanya berbeda.

Membidik memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga membidik dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman atau pengertian dinamis lainnya.
Sementara, untuk kata prioritas  dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah yang didahulukan dan diutamakan daripada yang lain. Dengan defenisi lainnya, sebagai urutan kepentingan yang harus didahulukan dan mana kepentingan yang dapat menunggu.
Dapat penulis simpulkan, bahwa membidik lima sektor prioritas pembangunan untuk pertumbuhan berkualitas menjadi terpadukan dengan  visi Bupati Drs. Nikson Nababan – Sarlandy Hutabarat, SH  lima tahun kedepan, menjadikan “ Tapanuli Utara Sebagai Lumbung Pangan dan SDM Berkualitas Serta Daerah Tujuan Wisata.

Juga saling mendukung bila disandingkan dengan delapan (8)  misi Bupati Nikson Nababan –Sarlandy Hutabarat, dengan meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani melalui perlindungan petani dan lahan pertanianj berkelanjutan.

Pengembangan komoditi dan produk unggulan daerah berbasis pertanian dan sumber daya local, meningkatkan kualitas layanan pendidikan xdan kesehatan, meningkatkan kualitas dan daya saing SDM melalui pelatihan tenaga kerja, pemamfaatan Iptek dan pengembangan jiwa kewirausahaan.

Meningkatkan destinasi wisata melalui pengembvangan kawasan wisata alam dan budaya, rohani dan agrowisata, meningkatkan kualiats insfratruktur yang terintegrasi dan mengacu pada penataan ruang/wilayah, perlindungan sumber daya alam dan pelestarian lingkungn hidup, meningkatkan kapasitas desa menuju desa mandiri serta meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan system E-Government.

Pencapaian itu telah dibuktikan Bupati Drs. Nikson Nababan diperiode pertamanya (2014-2019) saat dilantik menjadi bupati bersama wakilnya Mauliate Simorangkir tanggal 16 April 2014 dengan penuh kegigihan dan kerja keras untuk mengangkat serta mensejahterakan masyarakat Tapanuli Utara melalui program dan terobosan  visi-misinya.
Dalam kepemimpinannya ini, bupati Nikson Nababan menerapkan kepada setiap ASN untuk bisa mandiri dalam setiap pekerjaanya.

Bukan ASN saja, tapi kita mulai penerapan mandiri itu dari anak-anak, pelajar, hingga mahasiswa dan pengusaha lokal.

Mandiri disetiap pekerjaan akan memberikan dampak positif untuk mampu menciptakan karakter dan berinovasi.

Langkah inilah nantinya menjadi bidikan bupati Nikson Nababan dalam mewujudkan visi-misinya untuk Taput yang lebih mandiri dan berdaya saing.

Membidik sektor pendidikan merupakan salah satu langkah pasti bupati dalam mewujudkan visinya, Tapanuli Utara  menjadi lumbung sumber daya manusia berkualitas.
Sebab, dalam dunia pendidikan, pelajar sejak dini  sudah harus diterapkan  ketrampilan dasar sehari hari, meliputi,  baca tulis, berhitung, saint teknologi computer dan berbahasa internasional.

Keseriusan bupati dalam menciptakan karakter anak sejak dini dengan mendukung  pembangunan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Saat ini, telah berdiri 255 sekolah PAUD  yang tersebar di 237 lokasi pada 241 desa di seluruh bumi Tapanuli Utara.
Kemandirian anak itu  harus diterapkan mulai dari tingkat PAUD, supaya tidak tergantung kepada orang tua.  Artinya, tidak  harus disuapin makan, sehingga perilaku umur untuk  tidak bersekolah itu bisa hilang.

“  Jadi PAUD itu bisa jadi anak yang mandiri, anak yang mengerti mengurangi beban orang tua dan tidak  ketergantungan terhadap orang tua. Setelah di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), sudah tertanam sifat mandiri dan berkarakter.  Sehingga, disaat dihadapkan pada berbagai tantangan, generasi muda Tapanuli Utara sudah bermental kuat dan mandiri untuk mampu berdaya saing,” ujar bupati saat bincang-bincang dengan penulis.

Dinas Pendidikan dalam hal ini harus mampu dalam percepatan visi-misi Taput menjadi lumbung SDM berkualitas.

Hal itu menjadi prioritas utama yang harus dikerjakan dan secepatnya membuat rencana strategis serta program-program SDM berkualitas.

" Setelah tamat, para generasi muda itu sudah harus mampu membuka lapangan kerja. Mampu dengan kualitas mental yang sudah dibina untuk bersaing dengan pengusaha lokal lainnya. Artinya, sudah mampu berinovasi dengan ilmu yang dimilikinya," kata Nikson.
 Dalam pencapaian itu, istri bupati Satika Simamora selaku bunda PAUD Tapanuli Utara yang melihat anggaran PAUD masih terbatas mencoba mendatangi Kemendikbud RI yang diterima Maryana Kasubdirektorat Kelembagaan dan kemitraan di Jakarta tanggal 15 Oktober 2019.

Satika Simamora memaparkan setelah beralih untuk pembenahan sarana dan prasarana dimana sebelumnya fokus SDM, agar kiranya Kemendikbud yang membidangi PAUD memberikan bantuan kucuran dana untuk kelengkapan alat permainan edukatif indoor dan outdoor bagi PAUD di Taput.

” Dalam pembenahan PAUD diperiode pertama dimulai dari titik nol karena pondasi pada saat itu belum kuat. Saat ini masing-masing desa sudah punya sekolah PAUD terutama binaan PKK Taput. Namun masih banyak kekurangan, masih membutuhkan pembangunan infrastrktur untuk memajukan program PAUD sebagai pilot project yang menjadi acuan PAUD lainnya,” tegas Satika yang pada pertemuan itu mendapat angin segar untuk membuat proposal agar anggaran ditampung dan dalam waktu dekat bisa dikucurkan.
Pada kesempatan itu, Maryana sangat mendukung keinginan Bunda PAUD yang akan menjadikan satu PAUD percontohan di Tapanuli Utara. “ Buat saja masterplannya, tahun depan diharapkan keinginannya bisa terwujud,” kata Maryana.

Perhatian bupati Drs. Nikson Nababan untuk pendidikan tidak sampai disitu, bupati juga memberikan intesif bagi guru PAUD binaan PKK yang terdiri dari 114 orang tenaga pendidik pada 12 kecamatan.

“ Kita harus mempersiapkan pembinaan mental anak sejak dini, salah satunya melalui PAUD. Semoga dengan adanya intensif bagi tenaga pendidik PAUD dapat meningkatkan pengabdian terhadapa anak didik. Guru PAUD harus memiliki karakter yang menjadi panutan terutama bagi anak-anak PAUD,” terang Nikson Nababan pada saat penyerahan insentif guru PAUD tanggal 23 Agustus 2019 di sopo rakyat rumah dinas bupati tarutung.
Saya sudah sarankan kepada Kadis Pendidikan Taput, agar membuat kelas unggulan di setiap sekolah mulai dari tingkat SD dan SMP.

Juga saya instruksikan agar memberikan pelatihan kepada guru untuk lebih profesional dalam mengajari anak didik di sekolah.

" Buat les tambahan bahasa Inggris dan Mandarin di sekolah agar para anak didik mampu bersaing di era global ini. Karena mampu berbahasa Inggris dan Mandarin menjadi modal dasar untuk menggapai cita-cita," ungkap Nikson pada saat pelantikan Sekda dan Kadis Pendidikan Taput,  Rabu (23/11) di aula kantor Bupati.

Disisi lain, bupati telah meningkatkan dan pemerataan pelayanan pendidikan, membebaskan segala pungutan sekolah bagi siswa, pemberian beasiswa bagi anak kurang mampu yang berprestasi di perguruan tinggi negeri. Memberikan rangsangan dan motivasi melalui peningkatan kesejahteraan guru berupa insentif satu bulan gaji bagi guru yang mengabdi di desa terpencil dan desa sangat terpencil. Juga memberikan instensif bagi 1.750  guru-guru honorer/non PNS.

Rangsangan itu bertujuan, untuk  meningkatkan kinerja dan kesejahteraan para guru honor, agar mereka lebih kreatif, memiliki kecintaan serta tanggung jawab sebagai tenaga pendidik dalam menciptakan generasi-generasi yang cerdas dan berkarakter unggul.

Sejak memimpin Tapanuli Utara, Nikson Nababan telah memberikan perubahan besar bagi dunia pendidikan di Taput. Selain membangun sekolah-sekolah, bupati telah memberikan beasiswa bagi 2.126 keluarga kurang mampu mulai tingkat, SD, SMP dan SMA/SMK. Termasuk mahasiswa berprestasi di perguruan tinggi negeri. 

Terobosan lain bupati untuk dunia pendidikan dengan memberikan/menyediakan bus antar jemput bagi pelajar yang bersekolah menempuh jarak yang sangat jauh di Kecamatan Parmonangan dan Kecamatan Garoga.

Seluruh tingkatan pendidikan dari mulai PAUD, SD, SMP hingga SLTA telah diperjuangkan bupati, hingga kewenangan atas pengelolaan SLTA sebagaimana diamanatkan undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, tidak lagi menjadi urusan kabupaten, melainkan urusan pemerintah propinsi.

Mimpi dan cita –cita bupati Nikson Nababan diperiode kedua kepemimpinannya ini dengan berdirinya Universitas Negeri di Tapanuli. Hal tersebut telah ditempuh melalui perjuangan dan lobi-lobi, hingga kini tinggal menunggu realisasi. Harapan dengan berdirinya  Universitas Negeri menjadi solusi untuk percepatan pembangunan di Tapanuli Utara.  

Filosofi orang batak “ Anakkonki do Hamoraon au” , dimana pendidikan atau menyekolahkan anak menjadi segala- galanya sebagai solusi untuk percepatan pembangunan di Tapanuli Utara. Hal itu bisa dibuktikan dari jumlah persentase generasi muda Tapanuli Utara yang menempuh pendidikan diluar kota.
Kata nikson, puluhan triliun uang keluar dari Tapanuli untuk biaya kuliah generasi muda yang menuntut ilmu di luar daerah, kebanyakan di pulau jawa. Kalau uang sebesar itu berputar di Tapanuli efek domino bagi sector perekonomian lain juga ikut terdongkrak. Seperti, parawisata, perdagangan , property dan  jasa angkutan akan semakin maju 
Persiapan menuju pendirian universitas negeri sudah semakin matang. Diskusi dengan para pemangku kepentingan sudah sering dilakukan. Dari segi lokasi,  sarana dan prasaran pendukung pun sudah mapan.
Adapun maksud dan tujuan pendirian universitas negeri itu tegas Nikson, agar dapat meningkatkan SDM dalam rangka mendukung KSPN Danau Toba dan meningkatkan  ekonomi mikro yang berakibat pada multi player efek dengan menjadikan IAKN menjadi universitas negeri.
“ Kita punya kampus Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) di Sipoholon. Kita tinggal pembenahan agar perubahan status institut itu bisa menjadi universitas,” ungkapnya, Senin (29/7) di Tarutung.
Dengan berdirinya universitas negeri itu sangat membantu peningkatan jumlah penumpang di Bandara Silangit Internasional. Kunjungan ke wisata Danau Toba semakin meningkat, hal itu bisa dibuktikan melalui kunjungan wisatawan domestik.  Kita mengharapkan kunjungan mahasiswa yang datang dari luar tapanuli nantinya.
Demi menggapai impian itu, Pemkab Taput yang diwakili Wapub Sarlandy Hutabara tbersama tim ahli dari USU dan Baappeda Taput kunjungi Unerversitas Islam Negeri  Syarif Kasim Riau  tanggal 07 Nopember 2019  untuk menggali informasi tentang proses transformasia (perubahan status) Intitut Agama Islam Negeri menjadi Universitas Negeri Islam (UIN) Suska Riau.
Sarlandy mengatakan pada pertemuan itu, di SumateraUtara ada 3 universitas negeri yang berada di ibukota propinsi, medan.
Sementara  tingkat kebutuhan terhadadap universitas negeri di Tapanuli Raya sangat tinggi. Hal itu dapat dilihat dari jumlah pelajar lulusan SMA sederajat yang melanjutkan  pendidikan tinggi di luar daerah yang menyebabkan biaya pendidikan lebih mahal.
Selain itu peningkatan sumber daya manusia, bupati berkeyakinan dengan adanya universitas negeri akan memberikan multi efek, diantaranya uang tidak akan banyak mengalir ke luar tapanuli dan termasuk juga peningkatan wisatawan domestik berkunjng  ke Kawasan Danau Toba.
Bidikan kedua bupati Nikson Nababan dari sektor kesehatan dengan program lanjutan dari visi-misinya di periode pertama menjadi bupati tahun 16 April 2014.  Dari tahun ke tahun bupati terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, salah satunya peningkatan BPJS Jamkesda yang dibiayai oleh anggaran daerah sebesar Rp. 20 ribu per jiwa.
Jumlahnya hingga 141.507 jiwa atau 59 persen dari jumlah penduduk Taput dalam program nasional Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat. Sebanyak 114.101 jiwa penerima iuran dari pusat dan sebanyak 7.406 jiwa penerima bantuan dari propinsi Sumatera Utara.
Bupati juga mencanangkan program antar jemput pasien dengan  layananquick respon melalui public safety center (PSC) 119 dalam 24 jam. Sebuah program ketuk pintu dengan sasaran  rumah penduduk untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
Kepedulian Nikson Nababan pada bidang kesehatan sungguh luar biasa dengan memberikan peningkatan kesejahteraan tenaga medis dan bidan yang bertugas di desa terpencil dan sangat terpencil dengan besaran 100 persen hingga 150 persen dari gaji pok per bulannya.
Keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah  (RSUD) Tarutung tidak pernah luput dari bidikan Nikson Nababan dalam menempuh peningkatan pelayanan kesehatan. Bupati telah menyurati Menteri Kesehatan  RI tentang permohonan penempatan dokter umum, spesialis, gigi, dan dokter sub spesialis. Juga menyiapkan kelengkapan alat-alat kesehatan dan bangunan RSUD Tarutung.
Yang pada akhirnya menjadikan RSUD tarutung kembali memperoleh sertifikat kelas B pada tahun 2015 dan 2017 dengan pelayanan dari 23 dokter spesialis dan sub spesialis yang menerima insentif lumayan besar.
Sehingga mensejajarkan keberadaan RSUD Tarutung dengan RSU Pirngadi Medan, RSUD Djoelham Binjai, sebagai rumah sakit yang mendapatkan akreditas paripurna (bintang 5) dengan standard 15 pelayanan dari tim akreditas rumah sakit tahun 2017.
Pada tahun 2018, bupati telah membangun Rumah Singgah/Rumah Sehat Jiwa (RSJ) untuk menyembuhkan para pasien Skijofrenia (sakit jiwa) di Kecamatan Pangaribuan. Hasilnya, para penderita Skijofrenia telah banyak yang sembuh.
Demi menjaga kesehatan ibu dan bayi, bupati Nikson Nababan melalui Dinas Kesehatan mengucurkan dana Rp. 2,6 Miliar untuk program Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) tahun 2019. “ Anggaran tersebut diperuntukkan sebagai dana makanan dan minum RTK sebesar Rp. 16,5 juta, sewa renta Rp. 74 juta, sewa RTK Rp. 84 juta, transportasi Rp. 115,4 juta dan SPPD petugas kesehatan Rp. 175 juta. Dana itu untuk prigram RTK di Puskesmas Janji angkola Purba Tua, Puskesmas Pangaribuan, Puskesmas Muara, Puskesmas Aek Raja Parmonangan dan Puskesmas Onang Hasang Pahae Julu,” kata bupati.

Bidikan ketiga datang dari sektor pertanian, dimana bupati dalam kurun waktu lima tahun kedepan masih memprogramkan pembangunan menjadikan Taput sebagai lumbung pangan dengan meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani melalui perlindungan petani dan lahan pertanian berkelanjutan. Juga pengembangan komoditi dan produk unggulan daerah berbasis pertanian dan sumber daya lokal.
Untuk mendukung peningkatan ketahanan pangan di daerah ini, berbagai upaya telah ditempuh melalui berbagi kebijakan –kebijakan antara lain, kebijakan peningkatan ketersediaan pangan yang dilakukan melalui pemberdayaan kelompok tani, pemantapan penyediaan dan penyaluran sarana produksi dan peningkatan mutu teknologi terapan.
Serta kebijakan dalam kewaspadaan dan keamanan pangan yang dilakukan melalui peningkatan keampuan fungsi System Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) , peningkatan keberdayaan masyarakat pangan , dan peningkatan keamanan mutu dan gizi pangan.
Menunjukkan bahwa tingkat pemenuhan kebutuhan pangan karbohidrat yang bersumber dari beras dari daerah ini selama tahun 2014-2018 telah mencapai swasembada.
Pencapaian  swasembada pangan beras di Tapanuli Utara tidak diikuti pencapaian swasembada pangan protein hewani yang berasal dari daging, susu dan telor.
Sektor pertanian memegang peranan penting dan merupakan tulang punggung perekonomian Tapanuli Utara serta memberikan fasilitas dan dorongan yang lebih terarah  bagi perkembangan pembangunan kerakyatan.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Taput, mayoritas penduduk bermata pencarian sebagai petani. Bagi sebagian besar keluarga petani, hasil pertanian selain digunakan untuk pemenuhan kebutuhan keluarga, juga sebagai sumber pendapatan untuk pemenuhan hidup ekonomi rumah tangga.
Untuk itulah bupati terus berupaya menekan luas lahan tidur dan memperluas lahan produktif melalui pemberian Alsintan kepada masyarakat petani melalui Kelompok Tani (Koptan).
Melalui terobosan pemberian Alsintan itu  untuk mengedepankan kebutuhan masyarakat dengan harapan agar petani dapat mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif.
" Saya menginginkan petani harus mandiri dengan pemberian Alsintan, bibit unggul secara gratis," katanya.

Dengan selalu mengedepankan slogan kerja…kerja…kerja, terobosan demi terobosan tidak pernah berhenti, hingga akhirnya mendapatkan banyak penghargaan.
 Salah satunya dari terobosan membuat lelang komoditas pertanian dengan memberikan talangan dana sebesar Rp. 5 Miliar lebih kepada Perusda Pertanian.

Pasar lelang untuk komoditas pertanian jenis cabai merah yang digelar bupati di Pasar Siborong-borong dan Pasar Tarutung itu berdampak luar biasa kepada masyarakat petani. Karena mampu membeli  cabai merah bila harga merosot dengan harga Rp. 10,500 per kilonya.
Sehingga bupati Nikson Nababan mendapat penghargaan  untuk kategori pertumbuhan ekonomi masyarakat bupati paling inovatif yang diserahkan CEO MNC Group, Hari Tanosoedibyo, pada tanggal 11 Agustus 2016 di Bandung Jawa Barat.
Bidikan prioritas pembangunan  lainnya adalah  infrastruktur dan parawisata melalui  meningkatkan kualitas infrastruktur yang terintegrasi dengan mengacu pada penataan ruang/wilayah, perlindungan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan hidup.
Serta meningkatkan destinasi wisata melalui pengembangan kawasan wisata alam dan budaya, rohani dan agrowisata.
Untuk peningkatan infrastruktur dab parawisata ini, bupati mengharapkan di periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi bersama Ma’aruf Amin untuk tetap melanjutkan program pembangunan, khususnya infrastruktur jalan demi peningkatan destinasi wisata Danau Toba menjadi bali kedua Indonesia.
“ Selain pembangunan jalan tol yang menghubungkan pantai barat dan timur, saya juga berharap pak Jokowi membangun jalan tol Danau Toba-Muara ke Pantai Tapteng, yang merupakan jalan strategis nasional. Jika pembangunan jalan tol ini direalisasikan, maka komoditi hasil bumi dari Tapanuli lewat Taput, Garoga tembus ke Sei Mengkei, dan tidak harus melalui Pelabuhan Belawan Medan,” pinta Nikson Nababan, (21/10/2019).

Kita juga mengharap pemerintah pusat tetap menjalankan metode pembangunan Indonesia dari pinggiran. Membangun sesuai potensi Indonesia sebagai Negara agraris dan maritim, kebijakan APBN agar pokus  dibidang ini. Pemerintah pusat juga gar menata anggaran untuk kawasan Danau Toba yang ada di semua kementrian.

Bupati Taput Drs. Nikson Nababan juga mengharapkan pembangunan  jalan nasional di Tapanuli Utara  menjadi prioritas pemerintah, karena sangat dibutuhkan dalam mendukung berbagi aspek kehidupan masyarakat Taput.
Termasuk, pembangunan jalan lingkar ruang Siborong-borong, peningkatan jalan batas Taput dengan Tobasa yakni dari arah Balige menuju Siborong-borong, penataan jalan persimpangan menuju Bandara Silangit, rehabilitasi drainase jalan nasional JalinsumSumatera, ruas jalan Sipoholon- Tarutung dilokasi pemandian air panas sipoholon, rehabiliatsi jalan nasional depan kantor departemen agama sampai dengan Desa Pardagguran Kecamatan Tarutung.
Keberadaan universitas negeri yang berpusat di Tapanuli Utara menjadi impian seluruh masyarakat Taput. Dengan berdirinya universitas negeri dapat meningkatkan kualitas SDM, sehingga sejalan dengan program Jokowi ingin wisata danau Toba menjadi destinasi unggulan setelah bali.

Bagaimana mungkin industry parawisata bisa berkembang tanpa ada SDM yang mumpuni. Apalagi, destinasi wisata Danau Toba kedepannya menjadi lumbung pendapatan devisa pusat dan daerah.

“ Sejatinya, kita menyiapkan SDM unggul atau pendidikan di Taput adalah salah satu program kerja saya. Untuk sektor parawisata, sudah jelas andalan wisatanya adalah Danau Toba. Selain itu kita juga mengembangkan agrowisata, wisata religi serta wisata alam,” kata Nikson dalam penyampaian paparannya dalam Forum Indonesia Visionary Leader (IVL) di gedung Sindo, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Tujuan pembangunan berkelanjutan merupakan kelanjutan dan penyempurnaan dari tujuan pembangunan  Millenium dan Millenium Development Goals m(MDGs) yang sudah dilaksanakan selama periode 2000-2015.
Kemuliaan tujuan pembangunan berkelanjutan untuk menuntut manusia memperhatikan keterkaitan untuk menghasilkan kesejahteraan manusia atau human wellbeing.
Untuk itu, semua OPD juga diminta agar dalam bekerja menjalin sinergitas dan saling memberi masukan untuk hasil yang lebih maksimal.
“ Saya minta kepada semua OPD harus lebih teliti dan kontroling. Kebijakan yang yang diputuskan harus melalui kajian dan dapat dipertanggung jawabkan.
Semua harus saling memberi masukan dan sinergitas, hingga menjadikan suatu tim yang kuat tanpa ada yang merasa super,” jelas bupati saat memimpin Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) RPMJD tahun 2019-2024 di gedung Sopo Partukkoan Tarutung, Rabu 25 September 2019.

Mari kita saling bekerjasama untuk bisa menciptakan pertumbuhan pembangunan yang berkualiats di Kabupaten Tapanuli Utara yang kita cintai ini. Lima sektor pembanguan dalam upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat Tapanuli Utara.
Keyakinan untuk tetap bangkit dan bersemangat demi kemandirian masyarakat, perlahan ditularkan melalui pelaksanaan program-program bupati Nikson Nababan. “ Kita harus bisa menjadi pelopor pembangunan yang berkualitas. Mari tunjukkan hasil kerja nyata yang berdaya saing itu untuk Taput semakin hebat lima tahun kedepan,” pungkasnya.

Kabupaten Tapanuli Utara Dibawah kepemimpinan Drs. Nikson Nababan- Sarlandy Hutabarat,SH  lima tahun kedepan harus menciptakan perubahan dengan strategi-strategi jitu, fokus bekerja dan bekerja cepat.
 Kegagalan pada periode pertama kepemimpinan Nikson Nababan akan menjadi batu loncatan untuk membangun ketertinggalan Taput dalam menghadapi era persaingan global.

Membangun dari desa merupakan langkah awal untuk kemajuan suatu daerah. Dengan majunya desa akan memajukan kotanya. Desa juga harus dimajukan melalui ketertinggalan Iptek. Pembangunan infrastruktur desa akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kelima bidikan bupati Nikson Nababan untuk percepatan pembangunan harus fokus pada masyarakat  desa-desa di Tapanuli Utara.
Komentar

Berita Terkini