|

Pendingin Mati Buat Penumpang Marah Saat Mau Terbang Menuju Halim, Ini Penjelasan Pihak Citilink

Kali Dibaca
Pesawat Airbus A-320 terbaru Citilink. (DOK CITILINK )
Mediaapakabar.com - Pesawat Citilink tujuan Halim Perdanakusumah dengan nomor penerbangan QG011 batal berangkat di Bandara Internasional Kualanamu, Senin (14/1/2019).
Informasi yang beredar, pesawat batal terbang karena permintaan penumpang yang kepanasan di dalam kabin.
Video suasana kabin pun tersebar di grup percakapan Whatsapp. Dalam video itu penumpang tampak gelisah di dalam kabin.
Mulai dari ada yang berdiri, ada juga yang berkipas dengan menggunakan majalah, yang di duga akibat kepanasan.
"Dua juta lho tiket. Tapi Lebih parah dari angkot ini," kata salah seorang penumpang, perempuan menggunakan kacamata dalam video.
Belakangan pihak Bandara Kuala Namu memberikan penjelasan. Bahwa memang ada kendala teknis pada pendingin di kabin penumpang.
Melansir Tribun Medan, Branch Communication And Legal Manager Bandara KualanamuWisnu Budi Setianto menjelaskan, pesawat Citilink awalnya dijadwalkan berangkat sekira pukul 11.30 WIB. Rutenya menuju Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.
"Pesawat sudah bergerak, tapi pilot memutuskan kembali ke Apron. Dikarenakan, kondisi kabin penumpang panas," kata Wisnu, Senin (14/1/2019).
Masih kata Wisnu, pesawat kembali ke apron saat perjalanan menuju runway. Karena ada protes dari penumpang, sehingga pilot memutuskan kembali ke apron.
Setelah kembali ke apron, penumpang diturunkan. Pihak maskapai kemudian memberikan heavy meal dan voucher sebesar Rp 300 ribu.
"Saat ini kondisi itu sudah teratasi. Penumpang diterbangkan dengan pesawat pengganti Citilink QG929 dari Pekanbaru dan sekira pukul 15.40 sudah berangkat," jelas Wisnu.
Amalia Yaksa, Pjs. VP Sales, Distribution and Charter PT. Citilink Indonesia menjelaskan maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink Indonesia mengalami penundaan penerbangan demi memberikan kenyamanan bagi penumpang.
"Keterlambatan tersebut bermula dari keluhan penumpang akan suhu kabin pesawat yang panas saat hendak lepas landas, sehingga Kapten Pilot memutuskan untuk kembali ke Apron (RTA). Seluruh penumpang diarahkan kembali ke ruang tunggu bandara guna melakukan pemeriksaan pesawat demi menjaga kondisi pesawat yang prima untuk melakukan penerbangan," ujarnya melalui rilis yang diterima Tribun Medan.
Amalia mengutarakan atas penundaan penerbangan ini, sesuai dengan ketentuan PM 89 tahun 2015, seluruh penumpang QG 011 telah mendapatkan kompensasi yaitu heavy meals dan voucher sebesar Rp 300.000,- per orang.
Selanjutnya penerbangan QG 011 kemudian dilanjutkan kembali menggunakan pesawat pengganti pada pukul 15.40 WIB dan telah tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 17.55 WIB.
"Citilink Indonesia akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh penumpangnya. Citilink Indonesia merupakan maskapai LCC Premium dengan pengakuan bintang empat dari Skytrax yang selalu mengedepankan faktor keamanan dan keselamatan dalam setiap penerbangannya," ujarnya. (AS)
Komentar

Berita Terkini