Ini Jawaban Partai Gerindra Tantangan Tes Baca Alquran Terhadap Capres Prabowo Subianto

| Minggu, 30 Desember 2018 | 10.06 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Politisi Gerindra, Sufmi Dasco. Foto: Kumparan
Mediaapakabar.com - Ikatan Dai Aceh mengusulkan tes membaca Alquran bagi pasangan capres-cawapres. Menanggapi usulan itu, Partai Gerindra mengaku lebih memilih uji program kerja daripada tes membaca Alquran.

Menurut Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, uji program kerja lebih mengedepankan kepentingan umum.


"Kalau mau dikonfirmasi pihak kita siap (tes membaca Alquran). Tapi menurut saya, bagaimana kalau kita uji dulu soal program kerja soal pembangunan, ekonomi yang lebih mengedepankan kepentingan umat umum. Tapi bukan saya menganggap baca Alquran tidak penting ya," ungkap Dasco seperti yang dilansir kumparan, Minggu (30/12) pagi.
Dasco mengatakan, uji program kerja dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat secara jelas terkait rencana kepemimpinan masing-masing pasangan capres-cawapres.
"Program kerjanya apa, jangka panjang apa, pendeknya apa. Termasuk juga tentang pemberantasan korupsi," terangnya.


Prabowo Subianto. Foto: kumparan
Meski lebih memilih uji program kerja daripada tes membaca Alquran, namun Dasco membantah Prabowo Subianto tak paham rukun Islam dan tak mampu menjadi imam salat. Menurutnya, sejak lama Prabowo sudah paham ajaran Islam. Sehingga tak perlu dikampanyekan di depan publik.
"Bukannya Pak Prabowo enggak paham rukun Islam. Pak Prabowo belajar mengaji, salat ya sudah lama. Soal agama ini kan bukan dikampanye-kampanyein dan pencitraan," pungkasnya
Ikatan Dai Aceh menganggap perlu adanya tes membaca Alquran untuk mengakhiri polemik politik identitas dan siapa calon yang pantas maju dan dipilih sesuai dengan kriteria pemimpin Islam dalam Pilpres 2019.
Tes uji kemampuan baca Alquran itu rencananya bakal diselenggarakan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada 15 Januari 2019 mendatang. Ikatan Dai Aceh akan segera membentuk panitia pelaksana dan tim uji kemampuan baca Alquran yang akan diisi oleh para ulama sepuh Aceh. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI