Banyak Warga Terjatuh Saat Melintas Di Proyek Drainase

| Minggu, 30 September 2018 | 21.59 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:


foto: Sepeda motor Amanda saat terjatuh melintas di proyek pengerjaan drainase Jalan Danau Jempang, Minggu (30/09/2018). apakabar/daniel 
Mediaapakabar.com-Proyek pengerjaan Drainase penanggulangan banjir yang sedang berjalan di wilayah Kecamatan Medan Barat, Kelurahan Sei Agul, Jalan Danau Jempang ternyata banyak 'memakan korban' yang melintas pada Minggu (30/09/2018). 

Seperti penuturan warga setempat, perngerjaan proyek drainase oleh Pemko Medan tersebut sudah berlangsung sekitar 2 bulan, namun belum juga selesai.

" Sudah banyak korban berjatuhan di jalan ini bang dan hal itu tidak menjadi perhatian pihak pemborong yang mengerjakan proyek," katanya.

Ia mengatakan, akibat proyek itu, baik warga setempat maupun yang melintas di jalan tersebut sudah meresahkan. Sebab, bila dilihat kondisi jalan sudah tidak layak lagi untuk dilalui. 

Padahal jalan itu merupakan jalan alternatif bagi warga untuk menuju ke tempat tujuan. Oleh karenanya, dengan pengerjaan yang belum juga selesai, kondisi di jalan itu membuat warga sekitar menjadi 'rawan'. 

foto: Amanda yang terjatuh, kakinya terkilir. apakabar/daniel
Salah seorang korban yang terjatuh saat melintas di jalan itu, Amanda (17-an) warga Medan Denai.
Ia mengatakan, sepeda motor yang dikendarainya terjatuh akibat tumpukan tanah yang berada di tepi paret berserakan ke tengah jalan karena hujan.

" Saya bersama teman mau ke Jalan Danau Singkarak berkunjung ke rumah teman. Waktu melintas di jalan itu, gak tau licin tiba-tiba sepeda motor saya terjatuh, kaki saya jadi terkilir," ungkapnya sembari memegang kakinya.

Secara terpisah, Lurah Sei Agul, Erfin Muharmansyah via Hp, terkejut jika pengerjaan proyek di wilayahnya sudah banyak memakan korban saat melintas.

" Saya baru tahu ini bang, selama ini memang saya gak tahu sama sekali," katanya.

Ia juga mengungkap dan menyesalkan pengerjaan proyek drainase tersebut. Dari pandangannya, bahwa proyek tersebut hanya memikirkan target, tanpa memperhatikan kondisi warga sekitar.

" Kalau bisa pengerjaan proyek itu dikerjakan step by step atau satu persatu, biar tidak amburadul," cetusnya.   (daniel/joel)









Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI