Masjid Tertua di Tanah Karo Masih Berdiri Kokoh

| Senin, 11 Juni 2018 | 19.50 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Tampak Luar Bangunan Masjid Lama,foto-apakabar/rianto
Mediaapakabar.com--Masjid Lama yang ada terletak di jln.Masjid Kabanjahe dibangun pada tahun 1902 kini sudah berumur 115 tahun. 

Bangunan berukuran 7 x 8 Meter yang terbuat dari bahan kayu dengan motif melayu ini masih terlihat kokoh dan kuat. Nyaman, sejuk dan tenang kata mereka yang sudah pernah melakukan Sholat disini kata seorang Nazir Masjid Pak Surbakti.

M. Sidiq Surbakti ( 65 ) Ayah dari 7 Orang anak ini sudah 30 tahun menjadi Pengurus Masjid Tertua di Kab.Karo ditambah pekerjaan hariannya sebagai penyembelih daging di RPH (Rumah Penyembelih Hewan ) Kabanjahe. Sidiq bercerita dulu ayah saya Alm Usman Surbakti juga pernah menjadi Nazir masjid, setelah beliau tiada, sempat tujuh kali pergantian, sebelum sampai ahirnya kembali kepada saya. Menjadi Nazir Masjid buat saya butuh kesabaran dan ketekunan,karena disini kita tidak di gaji,tapi saya tidak tahu kenapa bisa bertahan katanya.

Di teruskan nya lagi "Bangunan ini sudah tua namun masih kokoh, yang saya dengar dulu masjid ini di bangun oleh para pedagang yang berkumpul di seputaran masjid ini, ada yang datangnya dari Aceh, India, Minang, Karo ,mereka bergotong Royong untuk membangun nya, maka motif masjid ini kita lihat agak mirip motif bangunan melayu katanya. 

Tambahnya lagi disini umatnya banyak yang persingahan saja, kalau kami umat tetap nya tidak terlalu banyak, mereka mengatakan kalau sholat disini nyaman dan tenang mungkin karena bangunan nya terbuat dari papan. 

Walau dari kayu tapi sangat kuat,malah sampai sekarang sejak di bangun hanya atap saja yg baru di rehab , kalau yang lainnya masih kokoh, hanya saja dulu di samping masjid ini ada sekolah madrasah tapi sudah di bongkar dan di perlebar menjadi tempat Sholat. 

Di bulan suci Ramadan seperti ini kami biasa buka bersama bagi siapa saja yang datang tua, muda, perempuan maupun laki laki, baik itu umat di sini dan yang bukan umat disini, tapi bukaan ala kadarnya sajalah kata pak Surbakti saat di temui di dalam masjid Pukul. 17.20 wib menjelang buka puasa. 

Muhammad Alfin Kusoyo ( 16) seorang pelajar yang berjualan di depan masjid mengaku sholat disini rasanya tenang bg, selama bulan puasa saya selalu sholat disini sejuk aja rasanya mungkin karena ada pohon di halaman masjid pokoknya gak tahu lah bilang nya , enak aja gitu, setiap sore juga kami buka puasa bersama disini bagi siapa yang mau, karena selalu ada umat secara bergantian yang memberikan sedekahnya untuk siapa saja yang mau ikut katanya. 

Ridho Sembiring umat umat dari desa Lau Cimba  Kab. Karo yang kebetulan Sholat di masjid lama mengatakan senang rasanya bisa sholat disini entah kenapa katanya singkat.(rianto)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI