Hebat, Hasil Penelitian Sekolah Chandra Kumala Berhasil Diluncurkan Roket NASA

| Senin, 28 Mei 2018 | 15.01 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Tim Chandra Kusuma School

Mediaapakabar.com - Pada tahun 2017, Chandra Kumala School (CKS) menerima undangan berharga dan kepercayaan dari Center Innovative Learning (Indonesia) dan Quest Institute (Amerika Serikat) untuk melakukan riset microgravity di Luar Angkasa yang kemudian akan diluncurkan ke International Space Station (ISS) melalui roket NASA.

Hal itu disampaikan Ketua Yayasan CKS, Malahayati Holland. Diamenjelaskan, CKS membuat program penelitian yang dinamakan Chandra Kumala School Space Research Programme (CKSSRP) yang beranggotakan Fira (Group Leader and Project Manager), Pras (Engineer), Ryo (Programmer), Russel (Biology Expert), Nadya, Joanne and Venny (Marketing and Documentary Team).

Program penelitian ini, juga dimentori oleh Suwandi SSi MPd (ahli penelitian), dr Diah (ahli biologi) dan Mr Andrew Watts (ahli teknologi). Mereka semua juga merupakan pengajar di Sekolah Chandra Kumala.

“Program penelitian ini dilakukan untuk dikirim ke ISS guna mengetahui apakah penelitian ini mampu bekerja pada kondisi tanpa adanya gravitasi,” papar Malahayati di Medan, Minggu (27/5/2018) seperti yang dilansir Pojoksumut.com.

Dalam experiment ini, sambungnya, CKSSRP memfokuskan untuk mengamati pertumbuhan Slime Mold di dalam 3D-Maze. Slime Mold (Physarum polycephalum) protista yang sensitif terhadap cahaya dan bereaksi terhadap rangsangan seperti makanan dan air, di mana dia akan tumbuh dan membuat cabang untuk mencapai sumber makanan.

“CKSSRP menggunakan Slime Mold sebagai model untuk sel-sel induk yang digunakan dalam rekayasa transplantasi, seperti pertumbuhan jaringan dan evolusi organisme molekuler,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, penelitian ini dirancang di dalam perangkat yang disebut Micro Lab yang akan bekerja ketika berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Tim CKSSRP telah mengirim Micro Lab tersebut ke Quest Institute dan telah dibawa di dalam Cygnus Spacecraft milik NASA yang diluncurkan dengan roket pendorong Antares.

“Peluncuran roket tersebut telah berlangsung di Orbital ATK-OA-9, dari Wallop Islands, Virginia, Kamis (22/5) sekitar pukul 16.00 WIB. Micro lab yang dibawa akan meroket dan mengorbit di luar angkasa selama tiga bulan yang dilengkapi dengan kamera digital, sensor dan micro-controller, sehingga selama eksperimen berlangsung dapat diamati dari Bumi dengan terhubung melalui internet,” ungkapnya.

Malahayati menambahkan, tim CKSSRP akan mengikuti konferensi dimana mereka akan mempresentasikan hasil penelitian yang telah dilakukan di ISS di dampingi dengan guru pembimbing/mentor. Konferensi ini akan berlangsung pada Oktober/ November di Washington DC.

“Kami berharap bahwa dengan penelitian ini, CKS dapat berkontribusi dan menambahkan referensi untuk proyek-proyek masa depan dalam biologi molekuler,” jelasnya. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI