​Digerebek! Bandar & Pecandu Kocar-Kacir, 40 Orang Diciduk Positif Narkoba

Media Apakabar.com
Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:50
kali dibaca
foto: Puluhan personel gabungan dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut bersama BNNP, TNI, dan aparat terkait langsung mengepung sarang hitam

Mediaapakabar.com-
Kawasan padat penduduk di Jalan Denai, Gang Jati, Kecamatan Medan Area, mendadak mencekam, Rabu (14/10/2026). Puluhan personel gabungan dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut bersama BNNP, TNI, dan aparat terkait langsung mengepung sarang hitam tersebut tanpa ampun!.

​Suasana langsung gaduh. Sejumlah orang yang asyik mangkal kocar-kacir, mencoba melarikan diri menyusuri gang-gang sempit demi menghindari sergapan petugas. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Gerak kilat petugas membuat pelarian mereka sia-sia.

Hasilnya? Sebanyak 40 orang berhasil diciduk dan digelandang!
​"Ada 40 orang yang kita amankan. Diduga mereka terlibat penyalahgunaan narkoba," teriak Kasubdit III Ditres Narkoba Polda Sumut, AKBP Henri Riston Sibarani, lantang di lokasi penggerebekan.

​Tak butuh waktu lama, polisi langsung merazia barang bukti dan melakukan tes urine di tempat. Hasilnya bikin terbelalak! Tanpa ampun, seluruh orang yang terjaring dinyatakan positif mengonsumsi barang haram tersebut.
​"Semua positif!" tegas Henri blak-blakan.

​Bukan cuma menciduk puluhan pemakai, petugas juga menyita segambreng barang bukti berbahaya dari lokasi. Mulai dari paket narkoba siap edar, timbangan elektrik, alat isap alias bong, hingga senjata tajam yang diduga dipersiapkan untuk melawan petugas.

​Meski sudah puluhan orang terjaring jaring laba-laba hitam ini, polisi memastikan pengusutan belum berhenti sampai di sini. Peran masing-masing pelaku masih dikuliti habis oleh penyidik.
​"Ini masih kita dalami semua, apa saja perannya. Nanti akan kita sampaikan selanjutnya," tandas Henri dengan nada geram.

​Di ujung operasi, polisi melayangkan peringatan keras kepada para bandar dan pecandu lainnya. Masyarakat sekitar juga diminta untuk tidak ciut nyali melaporkan segala bentuk gerak-gerik mencurigakan di lingkungan mereka.

​"Kita harap peran serta masyarakat untuk menginformasikan ke kita terkait aktivitas mencurahkannya di lokasi ini," pungkas Henri. (MC/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini