Peduli Kesehatan Pekerja Informal, Rico Waas Serahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan Kepada Pemulung di TPA Terjun

Media Apakabar.com
Jumat, 11 September 2026 - 07:52
kali dibaca
foto: Peduli Kesehatan Pekerja Informal, Rico Waas Serahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan Kepada Pemulung di TPA Terjun

Mediaapakabar.com-
Pemerintah Kota (Pemkot) Medan menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada 150 pekerja Informal atau pemulung yang sehari-hari mengais rezeki di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, pada Kamis (10/9/2026). 

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas (Rico Waas) mengatakan, penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan ini terselenggara berkat dukungan para stakeholder yang peduli kepada lingkungan. 

"Kartu BPJS Ketenagakerjaan ini kita berikan kepada para penyelamat lingkungan atau yang lebih dikenal dengan sebutan pemulung di TPA Terjun. Hari ini kita serahkan kepada 150 orang.  Sebelumnya telah diserahkan kepada seratusan orang, sehingga total yang sudah menerima sekitar 305 pemulung," ujar Rico Waas saat diwawancarai wartawan usai kegiatan. 

Rico Waas menjelaskan, jaminan kesehatan ini diberikan karena para pemulung memiliki risiko yang tinggi saat bekerja di lokasi TPA. Mereka bisa saja terkena alat berat, tertimpa timbunan sampah, terpijak benda tajam, terkena kaca, terpapar pencemaran udara dan risiko lainnya. 

"Nah, ini perlu perlindungan, sehingga nantinya tidak ada lagi keluarga yang susah apabila ada anggota keluarga yang terkena kecelakaan kerja seperti meninggal dunia ataupun luka parah," kata Rico Waas. 

"Untuk meninggal dunia kompensasi yang bisa diterima sekitar Rp48 juta, dan biaya pendidikan anaknya juga ditanggung hingga kuliah. Ini menjadi bagian dari perlindungan kita," sambungnya. 

Rico Waas menegaskan, Pemkot Medan sangat  peduli dalam perlindungan kesehatan bagi para pekerja di sektor informal. Pembayaran tagihan BPJS Ketenagakerjaan setiap bulannya akan ditanggung melalui dana CSR. 

"Ya, (pembayaran tagihan) dari CSR untuk para pemulung ini. Kalau pembiayaan bagi pekerja informal lain yang bersumber dari APBD ada lagi. Jumlahnya sekitar 17.851. Sedangkan di P-APBD ada tambahan sekitar 1.800 pekerja. Sementara untuk nelayan sekitar 2000 orang," pungkasnya. (MC/DN)

Share:
Komentar

Berita Terkini