Mantan Presiden Afghanistan Ingin Dunia 'Rangkul' Taliban

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Para pemimpin Taliban pada pertemuan dengan Uni Eropa. (AFP/KARIM JAAFAR)

Mediaapakabar.com
Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai ingin dunia bekerja sama dengan Taliban. Ia percaya sekarang adalah waktu yang pas, mengingat jutaan warga Afghanistan terancam kematian karena kelaparan.

Dalam wawancara eksklusif bersama Becky Anderson di CNN, Karzai menyampaikan bahwa komunitas internasional perlu memprioritaskan bantuan untuk warga Afghanistan, pun juga mengesampingkan dulu keraguan terhadap Taliban.


"Realitas yang terjadi ialah Taliban kini menjadi otoritas de facto negara itu," kata Karzai, dikutip dari CNN.


Sementara itu, Afghanistan sendiri tengah dilanda krisis ekonomi dan kelaparan. Program Pangan Dunia mengatakan bahwa setengah populasi negara itu mengalami krisis kelaparan akut dan 3,2 juta anak di bawah 5 tahun mengalami risiko.


Bencana kelaparan ini juga dipicu oleh krisis ekonomi yang melanda Afghanistan, membuat banyak masyarakat tak memiliki penghasilan. Tak ada uang, mereka tak bisa mendapatkan makanan.


Bahkan, beberapa anak Afghanistan harus berkutat dengan masalah kekurangan gizi, di mana tubuh mereka semakin kurus dan keriput, dengan perut yang membuncit.


Situasi ini membuat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memutuskan memberikan bantuan pada warga Afghanistan tanpa melewati Taliban. Langkah ini datang kala pemerintahan AS saat ini didesak agar melonggarkan pembatasan yang diberlakukan untuk mempermudah pemberian dukungan ke Afghanistan.


Karzai mengatakan dirinya menyambut resolusi ini.


"Itu mungkin tak cukup, tapi ini adalah permulaan," tambah Karzai.


Ketika ditanya terkait kekejaman dan eksekusi di luar hukum yang dilakukan Taliban, Karzai menuturkan, "masalah kekejaman merupakan bagian yang sangat disayangkan dari kehidupan kita."


Ia juga menambahkan bahwa kekejaman dilakukan oleh seluruh pihak.


Karzai juga mengomentari tuduhan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan yang mengatakan bahwa kelompok ISIS yang menyerang Pakistan berasal dari Afghanistan.


"Ada perbedaan dari menolong sebuah negara dan menggunakan kondisi tertentu untuk melemahkan seseorang. Dan saya berharap pemerintah Pakistan tidak mencari cara untuk menyalahkan Afghanistan atas masalah yang Afghanistan sendiri menjadi korbannya," respons Karzai.


Karzai juga menyampaikan hari-harinya dalam pemerintahan telah usai dan ia tak memiliki keinginan untuk masuk ke pemerintahan lagi.


"Saya ingin hidup di sini sebagai warga sipil dan melakukan apa yang saya bisa untuk negara ini, untuk anak dari negara ini sebagai warga sipil, sehingga kita bisa hidup dalam negara yang damai, stabil dan bermartabat." (CNNI/MC)


Share:
Komentar

Berita Terkini