Polres Pekalongan Salurkan Bansos Untuk Korban 'Tanah Bergerak' di Desa Bodas

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria didampingi beberapa Pejabat Utama (PJU) Polres dan Kapolsek Kandangserang Iptu Turkhan melakukan pengecekan bencana alam 'tanah bergerak' yang terjadi di  Desa Trajumas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Senin, 22 November 2021.

Mediaapakabar.com
Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria didampingi beberapa Pejabat Utama (PJU) Polres dan Kapolsek Kandangserang Iptu Turkhan melakukan pengecekan bencana alam 'tanah bergerak' yang terjadi di  Desa Trajumas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Senin, 22 November 2021.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun akses jalan satu-satunya yang menghubungkan ke Desa Bodas Kecamatan, Kandangserang, Kabupaten Pekalongan tidak bisa dilalui oleh kendaraan baik roda dua maupun empat. 


Terkait hal itu, dalam rangka Operasi Zebra Candi tahun 2021, Polres Pekalongan memberikan bantuan sosial kepada korban terdampak bencana alam tanah bergerak di Desa Bodas. 


Adapun bantuan sosial diserahkan langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria didampingi sejumlah pejabat utama.


Kapolres Pekalongan AKBP Arief mengatakan hari ini kita menyerahkan bantuan sosial sebanyak puluhan paket sembako. Bantuan diberikan kepada korban tanah bergerak di Desa Bodas Kec. Kandangserang Kab. Pekalongan.


“Ini sebagai wujud kepedulian Polres Pekalongan terhadap korban bencana alam yang terjadi khususnya bencana tanah bergerak di Desa Bodas,” kata Kapolres.


Kapolres berharap dengan adanya bantuan yang diberikan semoga dapat membantu meringankan beban warga terdampak bencana alam. Selain itu untuk meringankan beban dan memberikan semangat kepada warga di lokasi bencana alam.


AKBP Arief menambahkan, untuk sementara, pihaknya hanya memasang tanda peringatan di sekitar lokasi kejadian. Supaya para pengguna jalan lebih berhati-hati. "Memang kondisinya berpotensi longsor dan bisa memutus jalur utama Desa Trajumas-Bodas," imbuhnya.


Untuk itu pihaknya berharap kepada pihak terkait untuk segera melakukan tindakan. Sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, harapnya. (MC/Red)

Share:
Komentar

APAKABAR TV

Berita Terkini