|
Follow Us :

Amerika Curiga China Simpan Data Covid-19 untuk Dikomersialkan

Kali Dibaca



Presiden Republik Rakyat China Xi Jinping saat bertemu Presiden Amerika Serikat Donald John Trump di Beijing, 9 November 2017. Foto/REUTERS/Damir Sagolj/File Photo
Mediaapakabar.com-Penasihat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Peter Navarro, mencurigai China sengaja menahan data tentang infeksi virus corona baru (Covid-19) sejak dini. Tujuannya, kata dia, untuk meraup untung komersial dalam pembuatan vaksin untuk dunia.

Amerika Serikat negara paling parah terkena pandemi coronavirus menurut statistik resmi telah berulang kali meminta Beijing untuk berbagi data awal mengenai wabah tersebut, yang dimulai di Wuhan, China.

"Salah satu alasan mengapa mereka mungkin tidak membiarkan kami masuk dan memberi kami data tentang virus ini lebih awal, adalah mereka berlomba untuk mendapatkan vaksin dan mereka berpikir ini hanya perlombaan bisnis yang kompetitif, itu adalah proposisi bisnis sehingga mereka dapat menjual vaksin kepada dunia," kata Navarro kepada Fox Business Network, yang dikutip Reuters, Selasa (21/4/2020).

"Tapi kami akan mengalahkan mereka. Kami akan mengalahkan mereka karena kepemimpinan Presiden Trump. Kami akan mengalahkan mereka karena HHS (Layanan Kesehatan Nasional) telah mendapatkan 'pacuan kuda' lima perusahaan," kata Navarro, merujuk pada Departemen Kesehatan dan Pelayanan Kemanusiaan AS.

Presiden Donald Trump telah menunjuk Navarro—seorang kritikus blakblakan terhadap China—untuk menangani masalah jalur pasokan yang berkaitan dengan pandemi coronavirus.

Saat ini tidak ada perawatan atau vaksin yang disetujui untuk Covid-19, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh coronavirus. Menurut penghitungan Reuters pada Senin, penyakit ini telah membunuh lebih dari 165.854 orang di seluruh dunia, dengan lebih dari 2,41 juta orang terinfeksi.

Menurut data worldometers, pada pukul 07.15 WIB pag ini (21/4/2020), Amerika Serikat memiliki 792.759 kasus positif Covid-19 dengan 42.514 kematian dan 72.389 pasien disembuhkan. Hampir setengah dari jumlah kasus infeksi maupun kematian berasal dari negara bagian New York.


Sumber :Sindonews.com
Komentar

Berita Terkini