![]() |
| Ist |
Adanya kebijakan ini seiring dengan ketegangan perang dagang antara AS dengan Tiongkok diikuti ketegangan geopolitik yang terjadi di beberapa negara.
"Saya kira BI menunrunkan suku bunga acuannya berturut-turut 3 bulan terakhir guna mengantisipasi kemungkinan adanya dampak perang dagang dan ketidakpastian ekonomi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi global yang melambat," kata analist keuangan Sumut, Gunawan Benjamin, Kamis (19/9/2019).
Adanya inflasi yang rendah, neraca pembayaran yang surplus dan sebagai langkah aktif BI dalam menstabilkan nilai tukar menjadi alasan penurunan suku bunga ini. Rupiah pun sya kira masih berada di zona aman yakni berada di kisaran level Rp.14.064/USD.
Disisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini mengalami pelemahan 32 poin atau turun 0,512% di level 6.244. Penurunan IHSG hari ini seiring dengan pelemahan saham kategori LQ45 yang turun 0,9%. Dalam pekan ini, saham-saham yang termasuk dalam golongan LQ45 justru tertekan dan bergerak lebih lambat dibandingkan saham lapis 2 dan 3 yang sangat aktif.
"Saya kira investor juga harus mencermati pergerakan saham-saham yang berada pada lapis dua dan tiga ini. Namun demikian, tentunya dengan analisis fundamental dan teknikal yang tepat,"ujarnya.
Sementara itu, pergerakan indeks saham global bergerak campuran dimana Dow Jones naik tipis 0,134%, Hangseng turun 1%, Kospi naik 0,512%, Shanghai naik 0,456%, Nasdaq truun 0,105%, dan STI turun 0,149%.(ni)
