![]() |
| Ist |
Deputi Direktur Bidang Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) OJK KR 5 Sumbagut, Uzersyah mengatakan Sumut menjadi peringkat pertama kemudian disusul peringkat kedua oleh Riau dimana aset perbankannya mencapai Rp89,2 triliun, DPK Rp78,6 triliun dan kredit Rp67 triliun.
"Peringkat ketiga ditempati Sumbar dimana aset perbankan mencapai Rp58,9 triliun, DPK yang sedikit menurun yakni Rp43,5 triliun dan kredit Rp51,2 triliun," katanya, Senin (16/9/2019).
Peringkat keempat, ditempati Kepri dimana asetnya mencapai Rp52,4 triliun, DPK Rp49,9 triliun dan kredit Rp37,5 triliun. Peringkat terakhir ditempati oleh Aceh dimana asetnya mencapai Rp50,8 triliun, DPK Rp42,4 triliun dan kredit Rp36,6 triliun.
"Untuk kinerja perbankan umum daerah yang berkantor pusat di Sumbagut (4 BPD, 1 Bank Umum) aset perbankannya mencapai Rp501 triliun, DPK Rp446 triliun dan kredit Rp408 triliun. Dimana presentasi kredit yang disalurkan (LDR) mencapai 91,55 persen dan presentasi kredit bermasalah (NPL) mencapai 2,91 persen," katanya.
Dikatakannya, top 3 lapangan usaha dengan penyaluran kredit terbesar juga diraih Sumut dengan penyaluran kredit sebesar Rp29,3 triliun diikuti Sumbar Rp10,8 triliun, Riau Rp9,5 triliun, Aceh Rp6,4 triliun dan Kepri Rp4,2 triliun.
"Kinerja perusahaan pembiayaan di Sumut juga merupakan yang tertinggi yakni realisasinya mencapai Rp18,1 triliun diikuti Riau Rp13,7 triliun, Sumbar Rp5,6 triliun, Aceh Rp3,6 triliun dan Kepri Rp3,1 triliun," ujarnya.(abi)
