ISPA Ancam Kehidupan Orang Utan di Kalimantan

Anonim
Rabu, 18 September 2019 - 09:31
kali dibaca
Doc.apkabar
Mediaapakabar.com- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki area konservasi orang utan di Palangka Raya, Kalteng. Akibatnya, 37 orang utan di Pusat Rehabilitasi Borneo Orang utan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng terkena infeksi saluran napas atas (ISPA). Syukur masih infeksi ringan.

Dilansir dari Antara, Tim medis sudah memberikan multivitamin dan antibiotik, obat juga diberikan dengan menggunakan nebulizer, terutama bagi orang utan yang terlihat menderita lebih parah,” kata Chief Executive Officer (CEO) BOSF, Jamartin Sihite, Rabu (18/9).

Dijelaskannya, nebulizer adalah alat kesehatan yang menghasilkan uap dari obat-obatan cair, sehingga bisa dihirup dengan mudah dan nyaman. Alat ini membantu mengantarkan obat cair dalam bentuk butiran air yang relatif kecil supaya langsung masuk ke dalam paru-paru.

Pada manusia, alat uap ini digunakan untuk pasien dalam kondisi darurat ataupun pasien dalam rawat jalan untuk mengatasi berbagai macam penyakit pernapasan seperti asma dan bronkitis.

“Jadi obatnya bisa diserap dengan mudah dan cepat, dan segera efektif khasiatnya,” kata Sihite.

BOSF merawat 355 orang utan di Nyaru Menteng. Di tempat itu orang utan dipelihara di kandang-kandang dan di tempat terbuka, baik semak-semak dan hutan yang dibatasi parit besar.

Kabut asap juga mulai memasuki pusat rehabilitasi BOSF di Samboja Lestari, Balikpapan, Kaltim. Petugas konservasi setidaknya 3 kali sehari menyirami kandang-kandang dengan menyemprotkan air ke udara dan dalam kandang. Hal ini dilakukan untuk membersihkan udara dan menjaga suhu tetap sejuk.

“Untuk sementara kegiatan luar ruang untuk para orang utan muda, siswa Sekolah Hutan juga kami batasi,” kata Humas BOSF, Paulina Laurensia.(ni)
Share:
Komentar

Berita Terkini