![]() |
| Ist |
"Bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini sedang terjadi tak ubahnya seperti lemparan kotoran bagi para diplomat kita yang sedang berjuang meyakinkan Uni Eropa dan juga WTO (World Trade Organization) untuk mendukung produk sawit Indonesia,"katanya saat dilansir dari Detik, Jumat (20/9/2019).
Sederhananya, bagaimana Indonesia bisa merayu negara-negara Eropa untuk terus membuka pasarnya bagi produk sawit Indonesia, ketika pada saat bersamaan semua tuduhan mereka atas perkebunan sawit Indonesia yang merusak lingkungan, melakukan deforestasi justru terkonfirmasi dari bencana karhutla.
Fadli menilai kebakaran ini disebabkan oleh industri kelapa sawit yang melakukan pembukaan lahan dengan cara merusak lingkungan. Di sisi lain, pemerintah dinilai kurang tegas menindak kasus itu.(ni)
