PDIP : Sistem Kita Tidak Ada Oposisi

Anonim
Selasa, 23 Juli 2019 - 10:50
kali dibaca
Ist
Mediaapakabar.com- Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga mengatakan terkait permintaan Amien Rais yang meminta porsi 55-45 dinilai seperti ada tanda tanda lain. PDIP menilai syarat tersebut berisi pesan agar PAN tidak bergabung dalam koalisi pemerintah.

"Kalau saya di sini boleh secara terbuka menyatakan ini sebenarnya ada tanda yang lain. Mungkin beliau memang tidak ingin untuk bergabung dengan pemerintahan. Kan boleh saja beliau di... katakanlah oposisi ya, walaupun di sistem kita tidak ada oposisi," katanya yang dilansir dari Detik, Selasa (23/7/2019).

Eriko melihat porsi 55-45 sebagai syarat koalisi sangat tidak wajar dan kecil kemungkinan terjadi. Menurutnya, komposisi '55-45' hampir sama saja untuk kubu pendukung atau yang berseberangan dengan pemerintahan.

Menanggapi ucapan Amien, Eriko mengatakan semua partai tak harus bergabung koalisi untuk mendukung pemerintah. Menurutnya, mendukung pemerintah bisa juga dilakukan di luar pemerintahan. 

"Mendukung itu kan tidak harus ada di dalam pemerintahan. Di luar pemerintahan kan juga boleh, menjadi katakan apa sebutnya, oposisi yang dinamis, yang konstruktif," ungkapnya.

Sebelumnya, Amien Rais yang merupakan Ketua Dewan Kehormatan PAN itu bicara syarat rekonsiliasi. Amien juga mengatakan pembagian porsi 55-45 jadi syarat untuk terjadinya rekonsiliasi.

"Saya bilang kalau mau rekonsiliasi tentukan dulu platformnya (programnya), mau diapakan Indonesia ini? Prabowo sudah bicara di mana-mana pentingnya kedaulatan pangan, energi, tanah, air, dan lain-lain. Kalau itu disepakati, misalnya disepakati, ayo bagi 55-45, itu masuk akal. Kalau sampai disepakati berarti rezim ini balik kanan, sudah jalan akalnya," kata Amien Rais belum lama ini. **
Share:
Komentar

Berita Terkini