APBD Dan APBN Tak Bisa Ujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Media Apakabar.com
Rabu, 03 Juli 2019 - 21:46
kali dibaca

Mediaapakabar.com-Sejumlah pertanyaan pasti bergantung dibenak masyarakat yakni untuk apa Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) melakukan kunjungan  keluar negeri? 

Bila pertanyaan itu dicermati dengan seksama, sebenarnya kunjungan tersebut mempunyai hasil. Buktinya, secara umum hasilnya  bisa dijabarkan. 

Dimana seorang Kepala Daerah yang berjanji akan mensejahterakan masyarakatnya kalau hanya mengandalkan APBD ataupun APBN tentu hal itu tak akan terwujud. Rata-rata porsi APBD atau APBN yang bersentuhan langsung dengan masyarakat relatif kecil. 

Hanya 25 persen dari anggaran yang ada. Rata-rata untuk belanja pegawai masih di atas 30 persen. Biaya rutin perkantoran bisa sampai 35 persen. Lain-lain 10 persen. PAD kabupaten dan kota di Sumbar masih sekitar 5 % dari total APBD, tergolong kecil dibanding daerah lain di Indonesia.

Artinya, kalau ingin mensejahterakan masyarakatnya, seorang Kepala Daerah tidak bisa bergantung penuh kepada APBD saja. Harus ada terobosan agar kesejahteraan masyarakat bisa meningkat. Salah satunya adalah dengan upaya mencari investor. 

Sesuai dengan kewenangan daerah yang tertuang pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah, pasal 363 pada ayat 1 dijelaskan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat, daerah dapat mengadakan kerjasama yang didasari pada pertimbangan efesiensi dan efektivitas pelayanan publik serta saling menguntungkan. 

Pasal 367 ayat 1 menyebut kerjasama daerah dengan lembaga dan/atau pemerintah daerah di luar negeri sebagaimana maksud dalam pasal 363 ayat 2 huruf c meliputi :

a. pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
b. pertukaran budaya,
c. peningkatan kemampuan teknis dan manajemen pemerintahan,
d. promosi potensi daerah dan,
e. kerjasama lain yang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sumatera Barat memiliki berbagai sektor unggulan, antara lain:
a. sektor pariwisata,
b. energi baru terbarukan
c. perikanan
d. perkebunan
e. sumberdaya mineral dan industri hilir dan lain-lain.

Untuk menarik minat calon investor baik dalam maupun luar negeri, upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat antara lain: pameran investasi, investment forum dan business meeting skala nasional, regional maupun internasional, serta business matching dengan pelaku usaha. 

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatera Barat, perkembangan investasi di Sumatera Barat 2010-2017, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA), terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. 

Penaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada 2010 (dalam miliar) target 789.000,00 realisasi 398.269,06 (50,28%), 2011 target 418.000,00 realisasi 1,678.383,80 (401,53 %), 2012 target 439.000,00 realisasi 749.934,63 (170,83 %), 2013 target 461.000,00 realisasi 873.761,90 (189,54 %), 2014 target 480.000,00 realisasi 1.233.021,83 (256,88 %), 2015 target 501.000,00 realisasi 3.185.075.82 ( 635,74 %), 2016 target 3.280.628,09 realisasi 3.795.575,50 (115,70 %), dan 2017 target 3.379.046,35 realisasi 1.516.964,30 (44,89 %).

Sementara itu, untuk Penanaman Modal Asing (PMA), 2010 target 99.000,00 realisasi 17.807,96 (17,99 %), 2011 target 21.000,00 realisasi 65.259,99 (311,70 %), 2012 target 22.000,00 realisasi 86.194,93 (391,80%), 2013 target 23.000,00 realisasi 136.121,43 (591,83%), 2014 target 24.000,00 realisasi 29.568,14 (123,20%), 2015 target 25.000,00 realisasi 39.754,32 (159,02%), 2016 target 43.729,75 realisasi 79.268,10 (181,27%), serta 2017 target 48.102,73 realisasi 194.425,20 (404,19%).

Sepanjang 2018, total investasi yang masuk ke Sumbar sebesar 4,7 triliun rupiah atau mencapai 112 persen dari target 4,1 triliun rupiah. Investasi itu terdiri dari PMDN sebesar 2,3 triliun rupiah atau lebih rendah dari target yang ditetapkan sebesar 3,4 triliun rupiah. Namun, untuk PMA mencapai realisasi 341 persen dari target, yakni US $ 180 juta dari target yang hanya US $ 52 juta.

Artinya, berkat kunjungan ke luar negeri dalam berbagai event, terlihat dari tahun ke tahun terjadi peningkatan modal penanaman investasi di Sumatera Barat secara signifikan.

Kali ini, Gubernur Sumatera Barat dan rombongan sedang berada di Azerbeijan memenuhi undangan UNESCO dengan agenda menghadiri sidang komite warisan dunia ke 43. Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto masuk nominasi bersama 34 lainnya pada kawasan Afrika, Arab, Eropa dan Amerika Selatan. Dan 7 Juli mendatang akan diumumkan oleh UNESCO. 

Juga di Azerbaijan,  ada rencana kerja sama dg ASAN Xidmat (one stop service) yang merupakan kantor pelayanan terpadu di Azerbaijan dan merupakan instansi peringkat 1 dari PBB dalam hal pelayan perizinan terpadu.

Pemprov Sumbar merencanakan utk mereplikasi sistim dan aplikasi perizinan dari ASAN Xidmat dimaksud untuk diterapkan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu dengan cara mengirimkan staf ASN Prov Sumbar untuk dilatih di Azerbaijan.

Kunjungan kerja Gubernur Sumatera Barat ke luar negeri merupakan upaya besar untuk memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki, dan itu bukan pelesiran.

Yang perlu dicatat adalah, bahwa kalau ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seorang kepala daerah jangan hanya bergantung ke APBD belaka.

Sumber: Biro Humas Setda Prov Sumbar
Share:
Komentar

Berita Terkini