![]() |
| Rektor UKRI Bandung, Boyke Setiawan (instagram.com/boyke.ambo.setiawan) |
Cemoohan muncul terkait hasil survei kampus itu yang mencatat kemenangan pasangan calon Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
“Saya ketawa saja jadi ledekan banyak orang,” kata Boyke seperti yang dikutip dari Tempo.co, Senin (29/4/2019).
Hasil survei UKRI banyak jadi bahan pembicaraan karena berlawanan dengan hasil quick count yang dibuat lembaga survei.
Menurut Boyke, bahan press release survei kedua itu viral di media sosial. Beragam komentar muncul termasuk cemoohan itu terkait beberapa kesalahan penulisan. Pada hari pencoblosan 17 April 2019, tim UKRI mengumumkan hasil survei exit poll yang mereka buat sore harinya setelah pencoblosan ditutup.
Saat itu, menurutnya, kondisinya sangat terburu-buru. Wartawan sudah menunggu sementara bahan press release masih disiapkan.
“Saya tanda tangan ternyata ada banyak salah typo (ketik). Itu juga jadi serangan 'rektor goblok' di situ. Itu risiko saya,” ujarnya.
Salah satu bahan cemoohan adalah tulisan "exit pool" dalam siaran pers yang beredar.
Boyke menjadi Rektor UKRI sejak 2017 setelah ditugaskan ketua yayasan kampus itu, Prabowo Subianto.
Sebelumnya selama 12 tahun, dokter lulusan Universitas Padjadjaran 1979 itu menangani Nusantara Polo Club milik Prabowo di Cibinong, Bogor. Pada Pemilihan Presiden kali ini, Boyke dan timnya menggelar tiga survei.
Menurut Boyke, sebelum hari pencoblosan, survei perdana UKRI digelar 1-12 April 2019 dengan melibatkan 10.252 orang responden. Hasilnya berupa keunggulan suara Prabowo-Sandiaga dengan raihan 63,2 persen.
“Satu-satunya yang survei hasilnya 63,2 persen cuma UKRI, akhirnya diketawain semua orang,” ujar Boyke.
Survei kedua saat hari Pemilu 17 April 2019 dengan metode exit poll Hasilnya 66,4 persen untuk pasangan calon nomor dua. Survei ketiga, yang dibuat pada 17-24 April 2019, lagi-lagi mencatat keunggulan suara untuk Prabowo-Sandiaga dengan angka 62,20 persen. (AS)
