Ketum PAN Zulkifli Hasan Temui Jokowi, Siap-siap Ada Pembelot di Kubu Prabowo-Sandi

Admin
Jumat, 26 April 2019 - 09:03
kali dibaca
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan temui Presiden Jokowi di Istana Negara, Rabu (24/4/2019). Foto: Jawapos
Mediaapakabar.com - Pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di Istana Negara memantik spekulasi.

Kabarnya, partai besutan Amien Rais itu bersiap meninggalkan gerbong koalisi pengusung Prabowo-Sandi.

Jokowi dan Zulkifli Hasan sebelumnya tampak berbincang usai pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Murad Ismail dan Barnabas Orno, Rabu (24/4/2019).

Pertemuan keduanya lantas disusul Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan mengakui partainya bakal menentukan sikap dan arah dukungan pasca Pemilu 2019.

Pihkanya juga mengakui bahwa pertemuan tersebut untuk membicarakan perihal.

“Pak Zul kemarin bertemu dengan Presiden Jokowi untuk membicarakan ke depan bagaimana setelah 17 April,” ujar Bara di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, seperti yang dikutip dari Pojoksatu.id Kamis (25/4).

Pemnicaraan dimaksud, diperlukan lantaram gelaran pilpres 2019 telah usai yang berarti harus dibicarakan kondisi ke depannya.

“Kita kan akan melihat posisi kita lagi ya. Kan pemilihan presiden sudah selesai, ya jadi kita lihat nanti ke depannya bagaimana,” tuturnya.

Kendati demikian, Bara masih enggan terang-terangan PAN bakal ‘membelot’ seperti yang terang-terangan dilakukan Wakil Ketua Umum PAN Bima Arya.

Ia pun beralasan bahwa pertemuan tersebut menunjukkan sikap kenegarawanan ketua umumnya.

“Yang penting mereka bertemu dulu dan itu menunjukan sikap kenegarawanan. Kedepannya bagaimana, apakah akan ada repositioning, nanti kita lihat,” terangnya.

Di sisi lain, dengan adanya pertemuan antara Jokowi dan Zulhas itu, disebutnya bisa membangun suasana positif pasca pemilu.

Sebab menurutnya, susana kondusif pasca pemilu itu bukan hanya harus dilakukan kedua pasang capres-cawpres.

“Tapi juga para pendukungnya untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan segala-segalanya,” jelasnya.

Diberitakan PojokSatu.id sebelumnya, Wakil Ketua Umum PAN Bima Arya pun secara terang-terangan ogah mendukung Prabowo-Sandi.

Sebaliknya, ia menegaskan bahwa dirinya sedari awal telah menyatakan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf dan sudah diketahui sendiri oleh Zulkifli Hasan.

Bahkan, atas keputusan ‘membelot’nya itu, Bima Arya tak mempermasalahkan jika dirinya dipecat dari partai besutan Amien Rais tersebut. (AS)
Share:
Komentar

Berita Terkini