Mediaapakabar.com-Nasib naas dan tragis menimpa Kakek Ponijan (81). Niat hati hendak mengais rezeki demi menyambung hidup dengan berjualan kerupuk rengginang, nyawa kakek renta warga Dusun Binakarya, Desa Pasarlima Kebunkelapa, Kecamatan Beringin ini justru melayang mengenaskan. Ia tewas seketika usai ditanduk besi panas Kereta Api (KA) barang di lintasan Pasar Sore, Kamis (15/10/2026) subuh sekitar pukul 06.15 WIB.
Tragedi berdarah itu bermula saat Kakek Ponijan sedang mengayuh sepeda tua kesayangannya, melaju pelan dari arah Batangkuis menuju Lubukpakam. Sesampainya di perlintasan rel Pasar Sore, sirine maut sebenarnya sudah meraung-raung dan palang pintu kereta sudah menutup rapat. Namun, entah apa yang ada di pikirannya, sang kakek tetap mengayuh sepedanya menerobos palang maut tersebut.
"Brakkk...!" Suara hantaman keras memecah kesunyian pagi. Ular besi pengangkut tangki yang meluncur deras dari arah Batangkuis langsung menyambar tubuh keriput Kakek Ponijan beserta sepeda tempatnya mengikat kerupuk rengginang.
Seketika tubuh kakek renta itu terlempar jauh dan terhempas keras ke tanah. Dagangan rengginangnya berhamburan, dan darah segar mengucur deras dari tubuhnya.
Warga sekitar yang mendengar dentuman keras langsung berlarian ke lokasi kejadian dan histeris melihat kondisi korban yang sudah tak bernyawa.
"Ya Allah! Ini kan Kakek Ponijan yang biasa jualan rengginang! Kasihan kali, biasa dia ngetem jualan di SPBU dekat Rumah Sakit Patar Asih Tumpatan. Semoga almarhum husnul khotimah dan ditempatkan di sisi Allah SWT," jerit salah seorang warga di lokasi kejadian dengan nada gemetar.
Tak butuh waktu lama, petugas dari Unit Gakkum Satlantas Polresta Deliserdang langsung tiba di lokasi usai mendapat laporan warga untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengevakuasi jasad korban.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Deliserdang, Iptu AJ Tarigan, membenarkan kejadian mengerikan yang merenggut nyawa lansia tersebut.
"Korban saat itu mengayuh sepeda dayung melintas dari arah Batangkuis menuju Lubukpakam.
Tiba di lintasan KA Pasar Sore, palang pintu sebenarnya sudah ditutup. Tapi korban tetap mengayuh sepedanya menerobos lintasan. Di saat bersamaan, kereta api tangki melintas dan langsung menghantam korban!" tegas Iptu AJ Tarigan.
Kerasnya benturan membuat kondisi fisik korban sangat memprihatinkan hingga tewas seketika di tempat.
"Benturan sangat keras! Kakek Ponijan terlempar dan tewas di lokasi kejadian. Korban mengalami luka robek parah di bagian kepala, luka lecet di kedua tangan dan kaki, serta darah segar keluar dari kedua telinganya," ungkap Iptu AJ Tarigan dengan tegas.
Kini, jasad Kakek Ponijan telah dievakuasi ke RSUD Amri Tambunan Lubukpakam untuk penanganan lebih lanjut. Kasus kecelakaan maut yang merenggut nyawa penjual rengginang ini masih ditangani secara intensif oleh Unit Gakkum Satlantas Polresta Deliserdang.(MC/Red)
