Taman Eko Pulau Pinang Malaysia miliki burung merak dari tujuh negara dipromosikan di PRSU

Media Apakabar.com
Minggu, 26 Juli 2026 - 14:29
kali dibaca
foto: Safi Hakemi bin Azhar, dalam memperkenalkan kepada pengunjung di area PRSU Medan, Kamis (23/7/26).

Mediaapakabar.com-
Taman Eko Burung Merak di Pulau Pinang, Malaysia memiliki burung merak yang berasal dari tujuh negara di dunia, dan dipromosikan secara luas kepada pengunjung di area Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke- 50 tahun 2026.

"Taman Eko Burung Merak ini, yang pertama di Pulau Pinang, bakal menempatkan 50 ekor burung merak dari berbagai spesies," kata Pejabat Setia Usaha Kerajaan Negeri Pulau Pinang, Safi Hakemi bin Azhar, dalam memperkenalkan kepada pengunjung di area PRSU Medan, Kamis (23/7/26).

Menurut Safi Hakemi, bahwa Taman Eko Burung Merak ini, akan memberi peluang kepada wisatawan untuk mengenali dan mempelajari mengenai burung yang terkenal dengan keindahan ekor berwarna hijau kebiruan dengan lebih dekat.

Ia menjelaskan, selain itu Pulau Pinang juga memiliki aneka musium peninggalan bersejarah seperti museum dan galeri Seni Negeri Pulau Pinang dan Museum Perang Pulau Pinang.

"Kemudian, museum unik dan interaktif seperti Museum Terbalik dan Museum Makanan.Ada sesuatu yang menarik untuk dikunjungi bagi peminat sejarah maupun yang ingin belajar sambil berlibur," ujarnya.

Safi Hakemi menjelaskan, Pulau Pinang memiliki sembilan museum warisan peninggalan bersejarah dan era baru, yakni Museum Negeri Pulau Pinang, Museum Perang Pulau Pinang, Museum Islam Pulau Pinang, Museum Pulau Pinang Kolonial, Museum Lukisan Batik Pulau Pinang, Museum Terbalik, Museum Makanan, Museum Seni Ilusi 3D Pulau Pinang dan Museum Hantu Pulau Pinang.

Selanjutnya, Jeti Suku (Clan Jetties) terakhir di Pulau Pinang.Terletak tidak jauh dari Terminal Feri Pulau Pinang dan sebahagian jejak warisan Pulau Pinang.

Jeti-jeti ini merupakan perkampungan terapung yang telah menjadi kediaman turun-temurun hingga kini bagi suku-suku masyarakat China di sini.
"Selain dikatakan sebagai penempatan terakhir masyarakat China dari era dahulu  di Pulau Pinang, kampung-kampung perairan ini juga dipercaya berusia lebih dari 100 tahun," katanya.

Safi Hakemi menambahkan, pada masa dahulu, terdapat sembilan Jeti Suku, dan sebelumnya dua diantaranya telah dirobohkan. Jeti Suku yang paling terkenal dan mesra pelancong adalah Jeti Chew yang mempunyai rumah panggung terbanyak, jalan terpanjang, dan tokong yang menakjubkan.

"Tujuh suku  komoniti laut yang masih tinggal disini adalah Jeti Suku Chew, Jeti Suku Lee, Jeti Suku Tan, Jeti Suku Ong, Jeti Suku Lim,Jeti Suku Baru, dan Jeti Suku Yeoh," katanya.

Sebelum nya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mendukung keikutsertaan Pulau Pinang, Malaysia di Pekan Raya Sumut (PRSU) ke-50 tahun 2026, dan sekaligus mempererat hubungan kerja sama yang telah lama terjalin.

Hal tersebut dikatakan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Sulaiman Harahap, saat meninjau Paviliun Pulau Pinang, Malaysia, di arena PRSU Medan, Senin malam (20/7).
Dalam kunjungan itu, Sekdaprov Sumut, Sulaiman Harahap disambut Timbalan Setiausaha Kerajaan Negeri Pulau Pinang, Tuan Muhammad Ghopran bin Yeop Hamzah.

Ia menjelaskan, selama penyelenggaraan PRSU 2026, Pulau Pinang mempromosikan sektor pelancongan (pariwisata), layanan kesehatan, serta berbagai produk usaha lokal seb  agai upaya memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat Sumut.

Paviliun Pulau Pinang menghadirkan beragam kuliner khas yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Malaysia, khususnya Pulau Pinang yang dikenal sebagai titik pertemuan berbagai etnis dan pedagang dari berbagai negara.

Pengunjung dapat mengenal sekaligus mencicipi aneka hidangan, seperti nasi kandar, nasi udang, mi Jawa, roti Benggali, char kuey teow, oh chien, pasembor, kerabu bihun, mi soto, hingga roti canai.

Selain kuliner, paviliun tersebut juga menampilkan berbagai produk unggulan usaha lokal, mulai dari oleh-oleh khas, minuman tradisional seperti mocha drink, herbal tradisional, hingga produk perlindungan tanaman yang ramah lingkungan.

Sulaiman Harahap juga meninjau berbagai produk unggulan, potensi investasi, promosi pariwisata, layanan kesehatan, serta kekayaan budaya yang dipamerkan di Paviliun Pulau Pinang. Pada kesempatan itu, ia berdialog dengan perwakilan Pemerintah Negeri Pulau Pinang mengenai berbagai peluang pengembangan kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua wilayah.

“Partisipasi Pulau Pinang di PRSU diharapkan semakin memperkuat hubungan yang telah terbangun, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan,” ujar Sulaiman Harahap.

Usai meninjau seluruh stan, Sulaiman Harahap beserta rombongan menikmati hidangan tradisional khas Malaysia serta menyaksikan secara langsung atraksi pembuatan roti canai di PRSU tersebut.(MC/DN)
Share:
Komentar

Berita Terkini