![]() |
| massa unjuk rasa. (foto : dok) |
Mediaapakabar.com - Ratusan mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara (USU) mendatangi kantor DPRD Sumut, Senin (15/06/2026).
Mereka datang dengan menggunakan mobil dan sebagian datang dengan berjalan kaki. Disamping itu juga membawa sejumlah poster berisikan berbagai kritikan di antaranya penolakan kenaikan harga BBM
" Kalau naik harus ada yang turun, 19 juta lapangan pekerja untuk Polri, yang makan anak yang gemuk kabinet merah putih dan tolak MBG," sebut tulisan dalam poster tersebut.
Dalam aksi ini sejumlah petugas kepolisian sudah bersiaga di sisi pintu gerbang DPRD Sumut.
Kemudian Jalan Imam Bonjol atau sepanjang jalan DPRD Sumut ditutup sementara. Dan para pengendara dialihkan ke Jalan Kapten Maulana Lubis.
Begitu pula dengan Jalan Pengadilan yang juga ditutup sementara, sehingga pengendara dialihkan ke Jalan Kejaksaan.
Sementara dari Polrestabes Medan memperkirakan ratusan massa akan berunjuk rasa di depan gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan.
" Kemungkinan massanya lebih kurang 200 sampai 300 orang," kata Kabag Ops Polrestabes Medan, AKBP Dhana Kurniawan pada para awak media.
Untuk pengamanan, Polrestabes Medan, Polda Sumut, TNI, dan pemerintah daerah mengerahkan 620 personil.
Selain personil, pihak kepolisian turut menyiagakan sejumlah kendaraan seperti water cannon.
" Yang dilibatkan untuk pengamanan itu ada dari Polrestabes Medan sendiri dan dari Polda, dibantu dengan rekan-rekan Dishub, TNI,"ungkapnya.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut para mahasiswa menyampaikan enam tuntutan kepada pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto.
Tuntutan itu antara lain, energi dan kenaikan bahan bakar minyak (BBM), menurunnya rupiah, regulasi keamanan, anggaran pendidikan, serta isu lingkungan dan agraria. (MC/Dan)
