Mediaapakabar.com- Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi media di era digital saat menjadi narasumber dalam Rapat Pimpinan Nasional Serikat Media Siber Indonesia yang digelar di Jakarta, Jumat (6/3).
Dalam paparannya, Wong Chun Sen menilai perkembangan teknologi digital membawa dampak besar bagi dunia jurnalistik. Ia mencontohkan penggunaan perangkat seperti telepon seluler dengan kapasitas penyimpanan besar—mulai dari 1 terabyte hingga 2 terabyte, yang membuat arus data semakin masif dan cepat.
Menurutnya, kemampuan penyimpanan data yang besar memang memudahkan kerja jurnalistik, tetapi di sisi lain juga memicu banjir informasi yang tidak selalu terverifikasi. Kondisi tersebut berpotensi memunculkan kesalahan informasi jika tidak diimbangi dengan standar jurnalistik yang kuat.
“Perkembangan teknologi membuat data semakin banyak dan cepat beredar. Tetapi jika tidak diimbangi dengan verifikasi yang baik, maka informasi yang salah juga bisa ikut tersebar,” ujar Wong Chun Sen.
Ia juga menyinggung persoalan tekanan lokal yang sering dialami media di berbagai daerah, terutama saat momentum pemilu. Menurutnya, tekanan dari kelompok tertentu kerap menghambat independensi media dalam melakukan peliputan secara bebas dan objektif.
Selain itu, keterbatasan akses terhadap informasi resmi juga menjadi kendala bagi jurnalis dalam menyajikan berita yang akurat dan berimbang.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Wong Chun Sen menilai perlu ada kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan media. Ia mencontohkan praktik yang dilakukan di Medan, di mana sejumlah jurnalis dilibatkan dalam kegiatan peliputan pemerintahan secara resmi sehingga informasi yang disampaikan kepada publik dapat lebih akurat.u
“Kalau media dilibatkan secara terbuka, maka data yang disampaikan juga akan lebih nyata dan tidak menimbulkan spekulasi yang salah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya media menjaga standar jurnalistik dengan menyajikan laporan yang berimbang, akurat, dan tidak memihak. Menurutnya, hal tersebut menjadi kunci agar media tetap dipercaya masyarakat dalam ekosistem demokrasi.
Ia juga mendorong media untuk berperan aktif dalam edukasi pemilih melalui berbagai program literasi informasi, termasuk memperluas jangkauan pendidikan politik hingga ke masyarakat akar rumput.
Selain itu, media diharapkan mampu memberikan ruang dialog publik yang sehat, seperti debat terbuka atau diskusi konstruktif antara pemilih dan para kandidat, guna memperkuat kualitas demokrasi.
Wong Chun Sen juga menekankan pentingnya transparansi pemerintah dalam memberikan akses informasi kepada media. Ia menyebut DPRD memiliki peran untuk membuka akses data dan dokumen resmi agar proses peliputan berjalan lebih transparan.
Tak kalah penting, ia menyoroti perlunya perlindungan hukum bagi jurnalis agar kebebasan pers tetap terjaga dari ancaman kriminalisasi maupun tekanan eksternal.
“Keamanan kerja jurnalis harus dijamin. Tanpa perlindungan hukum yang kuat, kebebasan pers akan sulit berjalan secara optimal,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa DPRD juga berkomitmen mendorong program literasi digital guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya informasi yang akurat dan terpercaya.
Dengan langkah tersebut, ia berharap media dapat terus berkembang sebagai pilar demokrasi yang independen sekaligus mampu memerangi kesenjangan informasi di era digital. (MC/***)
