Ingin Akhiri Dualisme, Dirut Antara Secara Resmi Maju Sebagai Ketua Umum PWI

admin
Minggu, 24 Agustus 2025 - 23:07
kali dibaca
Akhmad Munir didampingi Athal Depari dan Zulsekedang maju sebagai Ketua Umum PWI. (foto : dok)   

Mediaapakabar.com
Direktur Utama LKBN Antara Akhmad Munir resmi telah mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) periode 2025-2030. Dia berjanji mengakhiri dualisme.

Pendaftaran secara resmi sebagai bakal calon Ketua Umum PWI Pusat itu di Sekretariat Panitia Kongres yang didampingi dua tokoh penting yakni : Atal S Depari, Ketua Umum PWI periode 2018-2023 dan Zulmansyah Sekedang, Ketua Umum PWI versi KLB 2024.

Langkah tersebut menandai babak baru dalam dinamika internal PWI yang sempat diguncang dualisme kepengurusan sejak 2024. Munir kini menjadi tokoh yang mendapatkan dukungan terbuka dari pihak-pihak yang sebelumnya berada di kubu berbeda.

Sampai saat ini, Munir mengantongi dukungan sejumlah kepengurusan PWI provinsi. Dukungan itu dipandang sebagai modal penting untuk menghadapi Kongres PWI yang akan digelar pada 29-30 Agustus 2025 di BPPTIK Komdigi, Cikarang, Bekasi.

" Bismillah, saya maju untuk menyatukan kembali PWI, melakukan rekonsiliasi dan memperkuat organisasi, terutama di daerah," ujarnya pada pers, Jumat (22/08/2025).

Salah satu momentum penting yang memperkuat posisi Munir adalah bergabungnya Atal S Depari dan Zulmansyah Sekedang dalam barisan pendukungnya.

" PWI membutuhkan figur pemersatu. Saya melihat Munir memiliki kapasitas dan rekam jejak yang mumpuni untuk itu. Pengalamannya di daerah dan pusat menjadi modal penting untuk membawa PWI ke arah yang lebih baik," tambah Atal, yang sebelumnya sempat disebut-sebut akan kembali maju.

Zulmansyah, yang sempat memimpin PWI versi KLB 2024, juga menegaskan perlunya mengakhiri konflik internal. " Sudah saatnya kita menatap ke depan, bukan terjebak dalam konflik. Saya percaya Munir bisa merangkul semua pihak dan mengembalikan marwah PWI," tegasnya.

Kompaknya dukungan dari dua tokoh yang sebelumnya berada di kubu berbeda memberi sinyal bahwa Kongres PWI 2025 berpotensi melahirkan rekonsiliasi besar.

Dalam visi dan misinya, Munir menempatkan konsolidasi organisasi sebagai prioritas utama. " Seperti kita ketahui hampir setahun ini, di beberapa daerah harus kita konsolidasikan, supaya kembali bersatu," ungkapnya.

Selain itu, dia menjanjikan peningkatan profesionalitas wartawan dengan memperbanyak Uji Kompetensi Wartawan (UKW), pelatihan berjenjang, workshop digital, serta penguatan media lokal. 
Adaptasi terhadap teknologi, termasuk digitalisasi kelembagaan PWI dan literasi jurnalisme berbasis kecerdasan buatan (AI), juga menjadi fokusnya.

Kongres PWI 2025 bukan sekadar pemilihan ketua umum, tetapi momentum menentukan arah organisasi wartawan tertua di Indonesia ini. Dukungan mayoritas provinsi terhadap Munir mencerminkan harapan untuk menutup lembaran konflik dan membawa PWI ke era baru yang lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Jika terpilih, Munir dihadapkan pada tantangan besar yaitu merajut kembali kepercayaan anggota, memperkuat kemandirian organisasi dan memastikan PWI relevan di tengah lanskap media yang terus berubah.

" Darah saya PWI. Sejak mulai jadi wartawan tahun 1991, saya hidup bersama PWI, terutama di daerah. Saya ingin mengembalikan marwah PWI sekaligus memastikan daerah mendapat perhatian lebih besar," pungkasnya. (MC/Zf) 

Share:
Komentar

Berita Terkini