Pemko Padang Beri Reaksi Atas Massa Yang Lakukan Pembubaran Di Gereja

admin
Senin, 28 Juli 2025 - 21:45
kali dibaca
jemaat yang mencoba memberi penjelasan kepada massa yang datang. (foto : dok) 

Mediaapakabar.com
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang bereaksi terhadap massa yang melakukan pembubaran dan perusakan rumah sebagai tempat ibadah oleh jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI). Pemko Padang menyesalkan kejadian itu. 

Wali Kota, Fadly Amran menyebutkan telah terjadi miskomunikasi antara warga dengan jemaat yang menyebabkan munculnya insiden.

" Kami sudah mendengar kedua belah pihak, menyampaikan kronologi bahwa ada miskomunikasi. Karena adanya keramaian yang tentunya pada sisi bapak RW pun juga ada permasalahan komunikasi selama ini sehingga terjadi insiden," katanya pada wartawan, Senin (28/07/2025).

" Pastinya insiden ini kami sesali. Kami memahami duka saudara-saudara kita, masyarakat Nias yang sudah hidup damai dengan masyarakat sekitar dari dahulu kalanya," tambahnya. 

Dia juga menegaskan bahwa pihaknya selaku Pemko Padang menjadikan peristiwa itu sebagai catatan penting agar tidak terulang kembali.

" Dengan adanya kejadian ini akan menjadi sebuah catatan kita bersama. Tentu kami berikan seluas-luasnya waktu dan pikiran untuk beliau-beliau memikirkan apa langkah yang akan ditempuh. Kita hidup beragam di Kota Padang, insyaallah kita hidup berdamai, tentunya Kota Padang mengedepankan toleransi keberagaman hidup beragama," imbuhnya. 

Sebelumnya telah diberitakan, puluhan warga menggeruduk sebuah rumah yang dijadikan sebagai rumah doa bagi Jemaat Kristen di RT 03/09 Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah Padang, Kota Padang, Sumbar. Aksi tersebut diwarnai perusakan.

Puluhan warga mendatangi rumah yang sedang berisi banyak orang, mulai dari dewasa hingga anak-anak. Mereka diketahui adalah jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) yang merupakan bagian dari Kristen Protestan.

Massa yang datang membawa balok kayu langsung membubarkan aktivitas jemaat. Aksi itu spontan membuat kaget para jemaat. 

Jemaat pun langsung berlarian. Sementara anak-anak menangis histeris. Namun begitu, kini kasus itu sedang ditangani aparat kepolisian.  (MC/DN)

Share:
Komentar

Berita Terkini