Kapolri Tegaskan Sikat Dan Habisi Kasus Beras Oplosan

admin
Kamis, 24 Juli 2025 - 09:00
kali dibaca
Kapolri Jenderal Listyo. (foto : dok) 

Mediaapakabar.com
- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri bergerak cepat guna menuntaskan kasus beras oplosan. Ditemukan bahwa produsen beras mengelabui mutu hingga takaran yang tidak sesuai.

" Tim sudah bergerak, dari kemarin. Dan mungkin besok (hari ini) ada rilis awal. Secara periodik nanti akan disampaikan oleh Satgas Pangan Polri," papar Kapolri pada pers di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (23/07/2025).

Namun begitu, dia belum mengulas banyak perihal temuan Satgas Pangan Polri dalam pengusutan kasus beras oplosan yang beredar di masyarakat. Tetapi dapat memastikan, dalam waktu dekat akan ada rilis pengungkapan ke publik terkait kasus tersebut.

" Lihat besok (hari ini) Insya Allah ada rilis," imbuhnya. 

Sejumlah pedagang beras di pasar Cipinang sudah menerapkan dan menyediakan beras medium dan beras premium sesuai harga eceran tertinggi (HET). 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta Jaksa Agung dan polisi untuk mengusut tuntas para pengusaha pengoplos beras. Dia juga memerintahkan agar para pengusaha yang menipu masyarakat dengan menjual beras biasa menjadi premium ditindak tegas.

" Masih banyak ada permainan-permainan jahat dari beberapa pengusaha-pengusaha yang menipu rakyat. Beras biasa dibilang beras premium, harganya dinaikin seenaknya," kata presiden saat di Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo Jawa Tengah, Minggu (20/07/2025).

" Ini pelanggaran, ini saya telah minta Jaksa Agung dan Polisi mengusut dan menindak pengusaha-pengusaha tersebut tanpa pandang bulu," tambahnya.

Presiden Prabowo mengatakan, total kerugian yang dialami rakyat akibat kasus tersebut mencapai Rp100 triliun setiap tahunnya.

Presiden menyebut tindakan para pengusaha pengoplos beras merupakan kejahatan ekonomi yang luar biasa dan menikam masyarakat.

" Saya dapat laporan kerugian yang dialami oleh bangsa Indonesia adalah Rp100 triliun tiap tahun. Rp100 triliun tiap tahun berarti 5 tahun Rp1.000 triliun. Ini kejahatan ekonomi yang luar biasa," terangnya.

Menurut dia, Rp1.000 triliun bisa dipergunakan untuk menghilangkan kemiskinan di Indonesia dalam lima tahun. Untuk itu, Prabowo berkomitmen menindak para pengusaha beras yang nakal tersebut tanpa pandang bulu.

" Menurut saya ini sudah termasuk subversi ekonomi, menikam rakyat. Anda bisa bayangkan 100 triliun kita bisa bikin apa mungkin kita hilangkan kemiskinan dalam 5 tahun dengan 1000 triliun itu," tandasnya. (MC/ZF)

Share:
Komentar

Berita Terkini