|
Follow Us :

Warga Asahan Terdampak Covid -19 Terima Dana BST Kemensos Rp 600.000

Kali Dibaca

Mediaapakabar.com-Dana Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp 600.000/Kepala Keluarga untuk masyarakat Kabupaten Asahan dari Kementerian Sosial mulai disalurkan oleh pihak kantor Pos Kisaran  sejak tanggal 6 Mei 2020.

Penyaluran dan BST disalurkan melalui 10 kantor Pos yang tersebar di Kabupaten Asahan ujar Kepala Kantor PT Pos Kisaran, Erwan Muliana melalui koordinator BST, Daniel,Selasa (12/5/2020).

Daniel mengatakan penyaluran BST sudah dilaksanakan di 4 Kecamatan. Dan saat ini kadang menyalurkan bantuan untuk wilayah Kecamatan Kisaran Timur dan Kecamatan Kisaran Barat," ujar Daniel kepada media.

Dimana menurutnya bantuan BST disalurkan melalui undangan yang telah disampaikan dan masyarakat tidak perlu berdesakan datang ke kantor Pos.

Perihal masyarakat yang berhak menerima.Daniel menjelaskan, bahwa pihaknya menerima data penerima BST sebesar 8.227 KPM (keluarga penerima manfaat) untuk Asahan.

Artinya Kami (kantor Pos-red) hanya membantu dan menyalurkannya sesuai data yang telah diterima. Dan penyaluran BST akan dilakukan 3 tahap. Dengan total keseluruhan yang akan diterima oleh para KPM sebesar Rp 1.800.000," sebut Daniel.

Sementara itu  Kepala Dinas Sosial Asahan, Syamsuddin, mengatakan, bahwa penyaluran BST diberikan kepada masyarakat yang terkena dampak COVID-19. Bantuan BST bersumber dari dana APBN/Kemensos.

"Pihak Dinas Sosial akan terus melakukan koordinasi untuk suksesnya pembayaran BST. Termasuk mengkoordinasikannya ke pihak Kemensos untuk penyaluran tahap berikutnya.

Karena dana BST pembayarannya dilakukan secara bertahap yaitu 3 tahapan" sebut Syamsuddin.

Masih dikatakannya oleh sebab itu, pihaknya minta dan berharap agar masyarakat dapat lebih bersabar, karena penyaluran akan dilakukan secara bertahap.

Disamping itu pula Syamsuddin menyampaikan bagi masyarakat yang mau mengambil dana BST di kantor Pos agar jangan berdesakan.Utamakanlah kesehatan agar kita dapat terhindar dari wabah penyebaran virus COVID-19,imbaunya.(Ed/dp)
Komentar

Berita Terkini