|
Follow Us :

Sterilkan Masker BekasTaiwan Gunakan Rice Cooker , Amankah?

Kali Dibaca



Ilustrasi Masker Bisa Dipakai Ulang
Mediaapakabar.com-Beberapa negara mengimbau, bahkan mewajibkan warganya pakai masker saat keluar rumah demi mencegah virus corona. Sayangnya, masker sulit didapat. Nah, Taiwan punya cara untuk mengatasi kelangkaan ini, yaitu disinfeksi masker bekas dengan rice cooker.

Kondisi masker yang langka adalah salah satu tantangan global dalam upaya melawan COVID-19, penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. 

Banyak orang tetap memburu masker, baik masker bedah maupun N95, meski sudah diimbau pemerintah bahwa masker tersebut lebih dibutuhkan oleh tenaga medis. 

Apalagi sekarang beberapa negara mengimbau, bahkan mewajibkan pakai masker saat di luar rumah.

Salah satu masker yang banyak dipakai adalah masker bedah yang merupakan masker sekali pakai (dengan durasi umum penggunaan maksimal 8 jam). Bayangkan ada berapa masker yang dibuang dalam sehari, apalagi di lingkungan medis.

Karena sangat dibutuhkan tapi suplainya tak memadai, banyak yang cari cara untuk mengakali kondisi tersebut. Nah, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Taiwan punya cara yang mungkin bisa mensterilkan masker (bedah) bekas dengan mudah di rumah, yaitu “mengukusnya” dengan rice cooker.

Anjuran Disinfeksi dengan Rice Cooker agar Masker Bisa Dipakai Ulang
Dilansir dari berbagai media, Direktur-Jenderal FDA Taiwan Wu Shou-mei dan Kepala Central Epidemic Command Center (CECC) Chen Shih-chung (yang juga merupakan Menteri Kesehatan Taiwan), beberapa waktu lalu membuat pengumuman publik dan demonstrasi.

Dikatakan bahwa dengan menggunakan rice cooker, setelah masker “dikukus”, masker bedah bisa dengan aman dipakai lagi.

Berdasarkan video yang beredar, panci diletakkan di atas rak rice cooker, lalu masker diletakkan di dalam panci tersebut tanpa ditambahkan air, tutup penanak nasi dengan benar, dan atur fungsi pengukus selama 3 menit.

Setelah selesai, diamkan masker di dalam penanak nasi selama 5 menit agar panasnya dapat mensterilkan masker. 

Metode ini dikatakan hanya bisa digunakan pada satu masker dalam satu waktu. Bila ingin mensterilkan lebih dari satu masker, tunggu rice cooker kembali dingin sebelum mengulangi langkah-langkah yang disebutkan tadi.

FDA dan CECC Taiwan juga mengatakan, masker yang kotor atau robek tak layak untuk digunakan kembali. 

Selain itu masker yang habis dipakai orang-orang dengan penyakit kronis atau pernapasan, atau usai mengunjungi rumah sakit harus langsung dibuang setelah digunakan.

Saat demonstrasi sterilisasi masker dengan rice cooker tersebut berlangsung, juga dikatakan bahwa menyemprotkan disinfektan ke masker juga tidak dianjurkan karena dapat merusak lapisan elektrostatik masker.

Metode tersebut diklaim dapat menjaga efisiensi penyaringan bakteri (BFE) hingga 99 persen. Demonstrasi sterilisasi ini diselenggarakan oleh CEEC pada 5 April lalu dalam sebuah konferensi pers.

WHO Tidak Mengajurkan Pakai Masker Bekas
Meskipun anjuran di Taiwan tersebut terdengar seperti angin segar karena sulitnya mendapatkan masker di masa pandemi ini, tapi Badan Kesehatan Dunia (WHO) tidak menganjurkan penggunaan masker sekali pakai berulang kali.

Hal tersebut tertulis dalam jurnal panduan WHO, yang mana masker sekali pakai harus segera dibuang setelah habis digunakan.

Kepada KlikDokter, dr. Arina Heidyana  saat ditanya pun sependapat dengan WHO. Menurutnya, masker sekali pakai memang sebaiknya digunakan sekali saja, dan langsung dibuang dengan benar di tempat sampah setelah pemakaian.

“Ini karena masker itu sudah tak lagi efektif untuk melindungi hidung dan mulut. Lalu, penggunaan rice cooker itu sendiri, kan, bukan untuk sterilisasi, tapi fungsi utamanya adalah untuk memasak. Jadi, rasanya tidak etis saja,” dr. Arina menjelaskan.

Menurutnya, jika ingin bisa dipakai berulang kali, dr. Arina menyarankan Anda untuk menyetok masker yang terbuat dari kain, karena bisa dicuci dan dikeringkan setelah dipakai.

Selain itu masker N95 juga dikatakan bisa digunakan beberapa kali. Namun, membersihkannya bukan dengan dicuci, melainkan dijemur di bawah sinar matahari.

Saat memakai masker, pastikan penggunaannya tepat seperti anjuran dari WHO berikut ini:

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum pakai masker.
Tutupi mulut dan hidung dengan masker. Pastikan tidak ada celah antara wajah dengan masker.
Jangan menyentuh masker saat menggunakannya. Bila tak sengaja menyentuhnya, segera cuci atau bersihkan tangan.
Ganti masker dengan yang baru setelah masker lembap.
Saat melepas masker, jangan pernah menyentuh bagian depan. Sentuh bagian belakang masker. 
Masker sekali pakai (masker bedah) jangan dipakai ulang.
Setelah dilepas, segera buang ke tempat sampah.
Cuci tangan dengan air dan sabun atau hand rub berbasis alkohol.
WHO sendiri mendukung inisiatif pemerintah berbagai negara yang mendorong warganya untuk memakai masker di tengah pandemi COVID-19, yang memang terbukti punya efek positif dalam mencegah penularan virus corona.

Namun, masker bedah tetap harus diprioritaskan untuk tenaga profesional medis, sementara masyarakat disarankan untuk pakai masker kain atau buatan sendiri. 

Meski efektivitasnya tak sama, tapi masker kain tetap punya fungsi yang sama sebagai penahan droplet.

Droplet merupakan media penularan penyakit yang berbentuk butir cairan, yang keluar saat seseorang batuk maupun bersin. Dengan pakai masker kain, setidaknya droplet tersebut tak langsung terhirup mengenai hidung atau mulut.


Sumber :Klikdokter.com


Komentar

Berita Terkini