|
Follow Us :

Komnas Perlindungan Anak Serahkan Bantuan Sosial Kemanusiaan untuk Anak Indonesia Tangguh melawan Covid 19

Kali Dibaca



Mediaapakabar.com-Komisi Nasional Perlindungan Anak yang didirikan tahun 1998 sebagai institusi independen yang diberi tugas dan fungsi untuk memberikan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia, Kamis 23 April 2020, bersama Tim Aksi Solidaritas Anak Indonesia Tangguh melawan Pandemi Covid 19,  sehari sebelum bulan ramadhon  berbagi kasih dengan  menyerahkan bantuan sosial kemanusiaan berupa paket sembako kepada anak melalui orangtua dan atau keluarga yang sedang menghadapi kehilangan lapangan pekerjaan dan penghasilan di tengah-tengah serangan Covid 19 yang menyerang negeri ini.

Bantuan sosial kemanusiaan untuk anak dikumpulkan dari donasi  anggota masyarakat berlatar belakang berbeda dan  berpenghasilan lebih serta kerjasama dengan bantuan kemanusiaan yang diberikan Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui  Komnas Perlindungan Anak diserahkan kepada anak melalui orang tua anak-anak yang saat ini ini kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian.

Penyerahan bantuan sosial kemanusiaan sebagai kepedulian Komnas Anak kepada anak saat ini telah disalurkan  melalui keluarga yang membutuhkan.

Dan agar tepat pada sasarannya,  250 paket  sembako yang dikumpulkan dari berbagai donasi anggota masyarakat diserahkan secara bertahap dan ada juga yang diserahkan oleh  para relawan kemanusiaan Komnas Anak dengan cara menyerahkan langsung  kerumah dan tempat tinggal  orangtua anak juga dengan cara  membagi kupon kepada orangtua dengan maksud agar tepat pada sasaran yakni menggunakan sistim pendataan y by Name by Address.

Penyerahan 150 paket bantuan sosial kemanusiaan dari Kemensos untuk anak ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait bersama Dhanang Sasongko selaku Sekjen Komnas Perlindungan Anak dan Lia Latifah dihalaman kantor Komnas Anak.

"150 paket bantuan sosial  kemanusiaan kepada anak itu diserahkan secara langsung bagi yang membutuhkan termasuk  kepada sejumlah supir Taxi dan angkot, "jelas Arist. (rel)
Komentar

Berita Terkini