|
Follow Us :

Disebut Covid-19, Pihak Keluarga Tuntut Bupati

Kali Dibaca


Mediaapakabar.com - Keluarga Almarhumah Sriwati yang meninggal disebut akibat Covid-19, membuat pihak keluarga merasa 'dirugikan' baik secara materil maupun immaterial.
Akibatnya, kata dia, seluruh keluarga jadi dikucilkan masyarakat. Oleh karenanya ia meminta bupati agar menyampaikan permintaan maaf.


" Kami juga berharap bupati untuk membuat klarifikasi atas penyataannya itu. Apalagi sudah tersebar di media. Tentu ini sangat merugikan kami selaku pihak keluarga almarhumah. Kami minta nama baik keluarga kami dibersihkan," tegasnya.

Dan bila hal itu tidak diindahkan oleh bupati yang bersangkutan, ia akan menempuh jalur hukum.
Ditempat sama, praktisi Hukum Gusti Ramadhani dari Lembaga Bantuan Hukum Nasional Rekan Joeang menyayangkan ucapan Bupati Simalungun JR Saragih.


Ia menilai terlalu ringan menyatakan seseorang positif Covid di beberapa media tanpa ada bukti medis ataupun rekam medis.

Buktinya, dalam keterangan pada wartawan, pihak keluarga memprotes penyampaian Bupati Simalungun yang telah dimuat pada sejumlah media.

Kami merasa pernyataan saudara Bupati Simalungun JR Saragih telah menyebarkan informasi dan berita bohong atau Hoax melalui media cetak, online dan televisi yang mengatakan bahwa almarhumah istri saya Sriwati positif Covid-19 (Corona) tanpa ada bukti rekam medis," ujar Rinaldi suami almarhumah di rumah Jalan H Ulakma Sinaga, Gang Inpres, Nagori Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Minggu (12/04/20).

" Kami minta dalam tempo waktu 3x24 jam agar hal itu dilaksanakan bupati. Terhitung sejak kami menyampaikan keberatan ini pada wartawan," ucapnya.

" Ya, sangat kita sayangkanlah, ucapan seorang bupati yang menyatakan warganya yang meninggal karena Covid 19. tanpa memikirkan efek yang akan dirasakan keluarga bersangkutan," sebutnya.

Disisi lain, JR Saragih selaku Bupati Simalungun ketika dicoba dihubungi baik langsung maupun melalui humas, tidak menyahut. (Bang/034)
Komentar

Berita Terkini