|
Follow Us :

Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi,Pertamina Mengadakan Kelas daring #BerhidroponikMeskiPandemik

Kali Dibaca
Pertamina menggandeng pegiat media sosial dan pegiat hidroponik, mengadakan kelas daring  #BerhidroponikMeskiPandemik
Mediaapakabar.com-Pandemi Covid-19 berdampak multi sisi bagi kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah mulai merangkak naiknya harga bahan pangan.

Presiden RI pada rapat terbatas Selasa (21/04), menyampaikan beberapa harga bahan pokok mulai naik. Diantaranya beras, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih.

Untuk mengurangi tekanan kenaikan harga pangan di situasi pandemi dan menjelang Ramadhan. Pertamina menggandeng pegiat media sosial dan pegiat hidroponik, mengadakan kelas daring  #BerhidroponikMeskiPandemik.

“Hidroponik adalah salah satu solusi memenuhi kebutuhan pangan mandiri. Utamanya sayur-sayuran. Jadi kami mengadakan kelas daring untuk tutorial menanam hidroponik. Metode ini relatif simpel karena hidroponik memanfaatkan barang yang bisa ditemui di rumah masing-masing,” tutur Roby Hervindo, Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR I di Medan, Rabu (22/4/2020).

Kelas daring dilaksanakan melalui aplikasi live Instagram selama 2 hari yaitu pada Senin (20/4) dan hari Rabu (22/4). Netizen dapat mengikutinya melalui akun Instagram @PertaminaMORI dan @nantikitasambattentanghariini. Kegiatan ini berkolaborasi dengan influencer Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini (NKTSHI), bersama dengan pegiat dan pengusaha hidroponik,Adiatma Sardjito.

Melaui kegiatan ini, diharapkan netizen dapat belajar dan langsung mempraktekkan cara menanam hidroponik di rumah masing-masing. Aktivitas ini juga dalam rangka aksi nyata memperingati Hari Bumi 22 April.

Adiatma mengungkapkan metode hidropinik mudah diterapkan di rumah. Metode ini banyak digunakan oleh masyarakat perkotaan yang ingin bercocok tanam namun dengan lahan terbatas dan memanfaatkan barang bekas sebagai wadah.

“Dengan metode hidroponik,kita menanam sendiri bahan-bahan pangan seperti sayur mayur. Caranya mudah kok, hanya butuh benih tanaman yang mau ditanam, botol plastik bekas air kemasan,kapas,pasir, kerikil kecil, tusuk gigi,dan juga pompa air kecil bekas aquarium ataupun baskom,” ujar Adiatma.

Untuk 100 peserta yang mengikuti kelas daring dan mempraktekkan hidroponik, Pertamina memberikan apresiasi berupa saldo LinkAja senilai Rp 100.000. Peserta dan yang aktif berinteraksi dan bertanya selama kelas juga mendapat souvenir eksklusif. Kelas daring hidroponik ini, diikuti oleh lebih dari 2.400 netizen.

“Kami berharap netizen bisa manfaatkan pengetahuan hidroponik ini. Sehingga beberapa kebutuhan pangan bisa diproduksi sendiri. Semoga aksi nyata ini bisa sedikit berkontribusi di Hari Bumi,” tutup Roby.(abi)

Komentar

Berita Terkini