![]() |
| Ist |
Diketahui, aksi demo mahasiswa ricuh di depan gedung DPRD Sumut, mengakibatkan sejumlah mahasiswa masuk rumah sakit.
Informasi yang diperoleh di RS Bhayangkara Medan melalui Kita Kini, Rabu (25/9/2019) malam, puluhan orang tua mahasiswa dan rekan mahasiswa tak diizinkan petugas Brimob masuk. Sehingga mereka terpaksa berdiri di depan pintu masuk RS Bhayangkara.
Akibat banyak mahasiswa dan keluarga dari mahasiswa yang ingin tahu keberadaan anaknya, berdiri didepan gerbang/portal menuju masuk RS Bhayangkara, membuat pengunjung RS terhalang dan susah untuk masuk.
Sehingga salah satu petugas Brimob menegur dengan menyuruh untuk tidak menghalangi pintu masuk. Namun mahasiswa membantahnya sebelum ada penjelasan yang lengkap dan pasti tentang keberadaan dan kondisi mahasiswa yang diamankan Polisi.
“Ini rumah saya ini, jadi saling menghargai dong, kamu dimana alamat mu, siapa namamu,” jelas salah satu petugas kepada mahasiswa dan orang tua mahasiswa.
Saat salah petugas menegur para mahasiswa, sempat terjadi cekcok mulut. Namun cekcok mulut itu bisa reda saat petugas Brimob mendata nama mahasiswa yang ingin diketahui namanya di RS Bhayangkara.
“Kami kemari ingin tahu anak saya ada atau tidak disini. Karena dia ikut unjuk rasa tadi, dan juga jadi korban,”ujar salah seorang ibu yang tidak mau mengatakan namanya begitu juga nama putranya.
Pantauan di lokasi, tampak dari keluarga mahasiswa yang diamankan, sangat merasa cemas dan khawatir akan dihukum petugas lagi.(ni)
