Mediaapakabar.com-Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi sangat kagum melihat olahan limbah plastik milik M.Sayudi (57) warga Desa Mekar Sari Kecamatan Buntu Pane Kabupaten Asahan yang diolahnya dapat berubah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kekaguman Gubsu dikatakan Sayudi saat meninjau secara langsung stand Teknologi Tepat Guna (TTG) ke XIX milik Pemerintah Kabupaten Asahan, (Kamis 5/9/2019) bertempat di lapangan SBBK Kotapinang Kabupaten Labuhan Batu Selatan.
Sayudi mengatakan bahwa keikutan sertaan stand pameran TTG Kabupaten Asahan dalam rangka memperingati Bulan Bakhti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XV dan pencanangan Desa Binaan Bangun Desa Mandiri Terpadu Bangdes-Madu tingkat Provinsi Sumatera.
"Iya benar, Gubsu Edy Rahmayadi sangat tertarik dan kagum melihat olahan limbah plastik yang saya olah (Red Sayudi) dapat diolah menjadi bahan bakar minyak berupa minyak solar, minyak lampu dan minyak bensin, ungkapnya.
“Gubsu menuturkan penemuan limbah plastik dapat diolah menjadi berbagai macam jenis BBM akan menjadi skala prioritas. Penemuan ini sungguh luar biasa,saya kagum lihat temuan olahan limbah plastik yang dapat diolah berubah menjadi minyak ”terang Sayudi ketika wawancara khusus dengan mediapakabar.com,Selasa (10/9/2019).
Menurut Sayudi alumni SMA PGRI Kisaran jurusan IPA tersebut menerangkan bahwa Gubernur Edy Rahmayadi akan memprioritaskan hasil karya inovasi temuan miliknya saat berkunjung distand pameran TTG Pemkab Asahan,terang Sayudi.
Dirinya mengatakan dalam pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar minyak dengan sekali pembakaran atau penyulingan satu kilogram sampah akan menghasilkan 60 persen minyak silar, 15 persen minyak lampu dan 25 persen minyak bensin.
Untuk mengembangkan karya inovasinya Sayudi berharap kepada Pemerintah Kabupaten Asahan untuk dapat membantu dan mendukungnya dengan memberikan bantuan dana.
"Saya berharap kalau bisa Pemkab Asahan dapat memberikan bantuan dana sebesar 65 juta rupiah. Ini saya mintakan untuk menambah kapasitas pembakaran sampah plastik hingga 100 kg sekali bakar"harapnya .
Artinya dengan adanya inovasi olahan limbah plastik menjadi BBM dapat membantu masyarakat dalam penanggulangan sampah khusunya sampah plastik.Yang jelas semua sampah plastik dapat diolah menjadi minyak terangnya.
Pembakaran sampah plastik atau Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap bahan. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan.
Masih menurut Sayudi dirinya memberi nama temuannya dengan istilah BBM LDSP (Limbah Dari Sampah Plastik).
Dalam sekali pembakaran memerlukan.suhu panas mencapai 350 hingga 400 derjat celcius dan memakan waktu 45 menit sampai 4 jam pembakaran jelasnya.
Sementara itu Camat Buntu Pane Ruslan melalui Seketarisnya Rahmat Hidayat Rambe mensupport hasil karya penemuan inovasi milik Sayudi.
"Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Buntu Pane saat ini terus mensosialisasikan temuan inovasi miliki Sayudi.Sebab temuan merupakan karya yang luar biasa yang dikembangkan dapat mengatasi dan menanggulangi masalah limbah plastik khusus di Kecamatan Buntu Pane)ujar Rahmat.
(Depram)
