![]() |
| foto:Seorang pemuda berinisial AJN (27) yang sempat raib bak ditelan bumi selama 13 hari, akhirnya ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan di tengah kebun warga, Kamis (8/10/2026). |
Mediaapakabar.com- Warga Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mendadak geger gempar! Seorang pemuda berinisial AJN (27) yang sempat raib bak ditelan bumi selama 13 hari, akhirnya ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan di tengah kebun warga, Kamis (8/10/2026).
Saat pertama kali ditemukan tergeletak telungkup di balik rimbunnya pohon, kondisi jasad korban bikin bulu kuduk merinding. Kepalanya sudah terpisah dari badannya!
"Ditemukan warga bermula dari laporan masyarakat. Korban ini sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak 29 September 2026 lalu," tegas Kasi Humas Polres Tapsel, Iptu Agam Parlindungan dengan nada serius saat memberikan keterangan resmi, Jumat (9/10/2026).
Penemuan mayat mengerikan itu langsung membuat warga gemetar dan berhamburan melapor ke polisi. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban yang sudah membusuk.
"Posisi korban saat ditemukan terlungkup. Jasadnya langsung kami evakuasi dan dilarikan ke RS Bhayangkara Batang Toru untuk menjalani visum luar," ujar Iptu Agam.
Di sekitar lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti milik korban yang menyisakan tanda tanya besar.
Sebuah tas hitam, sandal, HP, hingga seutas tali nilon yang terikat misterius di dekat pohon.
"Kami menemukan sepasang sandal dan tas sandang hitam berisi ponsel Android beserta headset putih. Tak cuma itu, petugas juga menemukan seutas tali nilon di dekat pohon tempat korban tergeletak," ungkap Kasi Humas menirukan temuan fakta di lapangan.
Tragedi berdarah ini bermula pada Sabtu pagi (26/9/2026). Saat itu, sang kakak mengantarkan AJN menggunakan sepeda motor ke arah Simpang Jalan PNPM, kawasan Gunung Sibarani.
Sebelum turun, korban sempat mengucapkan kata-kata terakhir yang kini menjadi misteri.
"Saya ada urusan penting yang harus diselesaikan di sini," bisik AJN singkat kepada kakaknya saat itu sebelum melangkah masuk ke area perkebunan.
Namun, sejak detik itu, AJN tak pernah kembali.
Pihak keluarga bersama warga dan polisi sempat menyisir Gunung Barani, namun hasilnya nihil hingga aroma busuk membongkar keberadaan jasadnya 13 hari kemudian.
Di tengah kehebohan warga, berembus kabar burung bahwa korban nekad atau dihabisi akibat terjerat masalah keuangan. Polisi pun mengakui adanya rumor jeratan utang tersebut.
"Polisi menerima informasi dari pihak keluarga bahwa korban diduga memiliki persoalan utang dengan beberapa orang. Tapi ingat, semua informasi ini masih terus kami dalami secara intensif! Seluruh keterangan akan menjadi bahan penyelidikan kami," cetus Iptu Agam menegaskan.
Meski teka-teki kepalanya yang terputus menimbulkan banyak tanya, ayah korban, Bahrum Nasution (63), bersama putranya Toni Prandi (35) memilih tak menuntut dan menolak tindakan autopsi mendalam.
"Kami dari pihak keluarga sudah ikhlas dengan kejadian ini. Kami tidak bersedia jenazah diautopsi lagi," tutur keluarga korban pasrah dan pilu sembari memeluk pakaian almarhum.
Kini, lokasi ditemukannya jasad AJN masih dipasangi garis polisi, sementara misteri tali nilon di atas pohon dan kepalanya yang terlepas masih diselidiki mendalam oleh aparat kepolisian Tapsel.(MC/Red)
