Polda Sumut Tangani Kasus Video Viral Penganiayaan 4 Oknum Polisi Acungkan Senjata Api Di Tempat Tukang Pangkas

admin
Sabtu, 18 April 2026 - 00:40
kali dibaca
aksi penganiayaan para oknum polisi terlihat dari CCTV. (foto : dok) 

Mediaapakabar.com
- Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sumut kini tengah menangani viralnya kasus penganiayaan dan penodongan yang melibatkan 4 oknum polisi.

Aksi tersebut terjadi di tempat tukang pangkas Jalan Mustafa, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur. Dua dari 4 anggota polisi merupakan abang beradik. 

Keduanya dikabarkan telah diamankan Propam. Peristiwa itu pada Senin (06/04/2026) sekira pukul 02.06 WIB. Korban diketahui merupakan karyawan tukang pangkas di KRJ 99.

Informasi diperoleh pada Kamis (16/4/2026), kedua oknum polisi itu bertugas di satuan yang berbeda. Namun, belum diketahui secara pasti bertugas dimana.

Meski begitu, menyusul pula adanya laporan masyarakat di Bidang Propam (PAMINAL) Polda Sumut bersama Propam Polrestabes Medan yang akan bertindak. 

Kedua oknum polisi bersangkutan itu telah diamankan dan menjalani pemeriksaan khusus (patsus) di tempat yang berbeda.

Dibagian lain, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan membenarkan hal itu. Tetapi belum bersedia membeberkan inisial kedua terduga pelaku.

" Saya cek dulu ya, nanti saya telepon," ujar Kombes Ferry pada awak media.

Sebagaimana diketahui, sempat viralnya di media sosial soal aksi sekelompok orang yang mengaku oknum polisi melakukan intimidasi dan penganiyaan terhadap karyawan tukang pangkas.

Bahkan, para oknum polisi itu juga menodongkan senjata api ke arah seorang karyawan tukang pangkas. Salah seorang korbannya, Viky Nduru, mengungkapkan bahwa peristiwa penganiayaan dan penodongan pistol yang dialaminya di tempat kerjanya. 

Saat itu, dia bersama temannya berboncengan sepeda motor baru pulang dari rumah saudaranya di Helvetia. Sesampainya di simpang lampu merah Glugur darat, tepatnya di Jalan Bambu, Viky bersama temannya diikuti oleh  4 orang yang mengaku sebagai oknum polisi yang mengendarai tiga sepeda motor.

Mereka (oknum polisi) itu mencoba untuk memberhentikan kendaraan, namun dengan kondisi jalan yang gelap membuat dirinya menjadi panik sehingga tancap gas.  

" Jadi ada yang manggil dan memaki kami,terus teman saya bilang siapa itu? dia pun menyuruh temannya untuk melanjutkan perjalanan," terang Viky Nduru pada pers.

Tepatnya di Jalan Alfalah Raya, keempat oknum polisi juga mengejar dan memalangkan kendaraannya.
Lalu, keempat oknum polisi yang dua diataranya mengeluarkan senjata api jenis pistol dan memaki.  " Kami langsung kabur dan menuju ke arah tukang pangkas," ujarnya.

Hingga akhirnya, keduanya pun tiba di lokasi pangkas tempat mereka bekerja sekaligus tempat tinggal. Berniat untuk mencari perlindungan, ternyata keempat oknum polisi malah mendatangi mereka.

" Sempat ribut adu mulut kami dengan empat oknum polisi itu, masuk ke pangkas mau bawa teman saya," lanjutnya.

Viky pun meminta keempat oknum polisi untuk menunjukkan kartu identitas sebagai anggota polisi." Saya tanyakan Kartu Tanda Anggota (KTA) Polisi, tapi mereka tidak berani dan terus memaki dan memukuli teman saya," tuturnya.

Sementara itu, salah satu dari oknum polisi mencoba masuk ke tempat pangkas dan membawa temannya sembari menodongkan pistol. 

Tak hanya itu, mereka juga menganiaya temannya hingga babak belur. Akhirnya, korban mengatakan kepada oknum polisi bahwa aksi penganiyaan dan penodongan pistol terekam jelas di kamera Closed-Circuit Television (CCTV).

" Keempat oknum polisi itu pun langsung ciut, dimasukkan kembali pistolnya ke kantong dan terus  kabur meninggalkan kami," ungkapnya.

Selanjutnya, dari kejadian itu selaku korban telah mendatangi Mapolda Sumut untuk membuat laporan kepolisian penganiayaan yang dilakukan oleh para oknum polisi. (MC/Zf) 

Share:
Komentar

Berita Terkini