Milad ke-8 OIF, UMSU Buka Prodi Ilmu Falak

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 23 Januari 2023 - 09:55
kali dibaca
Ket Foto: Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP mengatakan keberadaan OIF menjadi salah satu keunggulan UMSU yang luar biasa dan harus dipertahankan. 

Mediaapakabar.com
Observatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), menggelar puncak acara milad ke-8 tahun, di Auditorium UMSU, Jalan Mukhtar Basri Nomor 3 Medan, Sabtu (21/1/2023).

OIF UMSU yang didirikan pada tahun 2014, diresmikan oleh Presiden Jokowi Tahun 2016 di Yogyakarta. Telah dikunjungi lebih dari 44 ribu pengunjung dan menjadi destinasi wisata pendidikan religi di Sumatera Utara.


Menurut Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP, keberadaan OIF menjadi salah satu keunggulan UMSU yang luar biasa dan harus dipertahankan. Berbagai prestasi termasuk rekor MURI  yang didapatkan seperti pengamatan gerhana masal hingga kacamata gerhana menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mengharumkan nama UMSU. 


"Selamat OIF di usia ke 8 tahun telah menorehkan banyak prestasi serta menopang nama UMSU dan Muhammadiyah di Sumatera Utara maupun Internasional," ucap Agussani.


Menyusul kiprah OIF yang dipandang semakin eksis dengan berbagai penghargaan dan prestasi yang diterima, kini UMSU telah mendapatkan izin pembukaan Program Studi Ilmu Falak dari Kementerian Agama. Agussani berharap agar di tahun 2023/2024 Program Studi Ilmu Falak bisa segera dijalankan.


Kepala OIF UMSU Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, MA, mengungkapkan Prodi Ilmu Falak sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia. Sejarah dan peradaban Islam menunjukkan, ada banyak observatorium yang berdiri tak mampu eksis. 


Keberadaan observatorium dalam sejarah dan peradaban Islam itu berfluktuasi ada yang bertahan 10 tahun, bertahan 2 tahun ada yang 50 tahun dan seterusnya. 


“Hal ini tidak terlepas dari masalah sumber daya manusia karena tidak ada lagi yang tertarik  melanjutkan studi Ilmu Falak. Tidak ada tim yang bekerja ,meneliti yang menelaah kegiatan kegiatan pengamatan benda langit,” katanya.


Program Studi Ilmu Falak dalam sebuah perguruan tinggi adalah jawaban konsep dan jawaban konkrit dari ilmu simultanitas, dinamisasi   kegiatan pengamatan benda langit.


Diharapkan, keberadaan Program Studi Ilmu Falak ini menjadi penopang utama kegiatan observasi atau sebaliknya kegiatan observasi di dalam sebuah observatorium itu didukung dengan kekuatan literasi dan keilmuan sehingga keduanya akan berjalan dengan baik.


“Mudah-mudahan ini nantinya akan menjadi sumbangan peradaban bukan hanya persoalan kurikulum, persoalan akademik tapi ini adalah bagian dari jawaban dari tuntutan peradaban dan menjadi jawaban dari wujudnya nanti sebuah kalender Islam yang bersifat global,” kata Arwin.


Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, MA yang hadir dalam perayaan milad sekaligus narasumber seminar bertema 'Kalender Islam Global – Tunggal Pasca Muktamar Solo' mengucapkan selamat atas pencapaian OIF. 


"Selamat kepada OIF atas ulang tahun yang ke-8 dan kedua kepada UMSU juga Pak rektor dan Bapak dekan di ucapkan selamat karena telah turun SK pembukaan Prodi baru Prodi ilmu Falak,” katanya.


Pembukaan Prodi Ilmu Falak patut disambut gembira karena sebelumnya Majelis Tarjih PP Muhammadiyah telah :berbusa-busa” memasukkan ilmu Falak dalam kurikulum pendidikan nggak pernah jalan-jalan.


“Alhamdulillah dengan turunnya SK Prodi ilmu Falak UMSU yang dimasukkan dalam Fakultas agama Islam ya berarti rekomendasi Putusan Tarjih itu nampaknya insya Allah bisa dilaksanakan dan ini sangat penting bukan saja bagi bungsa tapi juga bagi Muhammadiyah,” katanya.


Perayaan milad 8 OIF UMSU berlangsung meriah dihadiri pimpinan UMSU, BPH UMSU, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kota Medan. Selain seminar, milad OIF juga diisi dengan pengumuman pemenang lomba video dan book chapter. (MC/RED)

Share:
Komentar

Berita Terkini