Inggris Memulai 2023 dengan Roket Gagal, 9 Satelit Jadi Korban

Aris Rinaldi Nasution
Kamis, 12 Januari 2023 - 20:04
kali dibaca
Ket Foto: Ilustrasi. Peluncuran roket yang dilakukan Virgin Orbit dari Inggris gagal.

Mediaapakabar.com
Inggris membuka awal tahun dengan pengalaman kurang baik di industri antariksa usai perusahaan antariksa Virgin Orbit gagal meluncurkan roket pertama dari tanah Britania pada Senin (9/1/2023).

Peluncuran roket pertama kali dari Inggris ini merupakan bagian dari misi Start Me Up yang dijalankan Virgin Orbit, perusahaan antariksa yang berbasis di California, Amerika Serikat (AS).


Start Me Up, yang diambil dari lagu populer band Rolling Stones, punya misi untuk melakukan peluncuran pertama kali ke orbit dari Inggris.


Peluncuran dilakukan dari Spaceport Cornwall, sebuah situs peluncuran sipil yang terletak di titik paling barat daya Britania Raya. Fasilitas tersebut tergolong sederhana karena hanya memiliki gedung kantor semi permanen yang dilengkapi ruang media dan area VIP.


Meskipun demikian, situs tersebut tergolong layak untuk peluncuran.


Situs peluncuran yang sebelumnya dikelola oleh Angkatan Udara Kerajaan sebagai bandara militer ini memiliki landasan pacu sepanjang 2.740 meter.


Area tersebut lebih dari cukup untuk menampung pesawat penumpang Boeing 747-400, bahkan menampung pesawat yang membawa roket Virgin Orbit Launcher One seberat 30 ton.


Sayangnya, pada proses peluncuran roket Launcher One milik Virgin Orbit mengalami anomali yang mengakibatkan kegagalan.


Pesawat yang telah dimodifikasi sebetulnya lepas landas tanpa masalah dan membawa roket ke ketinggian lebih dari 9 kilometer.


Ketika kira-kira tiga perempat atmosfer Bumi sudah berada di bawahnya, roket dilepaskan dan satu pendorong Newton Three diaktifkan, menghasilkan gaya dorong 73.500 pon. Pemisahan tahap dan penembakan tahap kedua juga tercapai.


Tak lama kemudian, roket tidak berfungsi dan muatan tidak dapat dikirim ke orbit terakhirnya. Sembilan satelit yang dibawa roket ini pun hilang. 


"Kami akan bekerja tanpa lelah untuk memahami penyebab kegagalan, melakukan tindakan korektif, dan kembali ke orbit segera setelah kami menyelesaikan penyelidikan penuh dan proses penjaminan misi," kata Dan Hart, CEO Virgin Orbit usai kegagalan peluncuran, seperti dikutip Space.


Dikutip dari Engadget, misi ini membawa satelit dari tujuh pelanggan komersial dan pemerintah.


Beberapa diantaranya adalah proyek bersama AS-Britania Raya yang disebut CIRCE (Coordinated Ionospheric Reconstruction Cubesat Experiment) dan dua Cubesats proyek Prometheus-2 milik Kementerian Pertahanan Britania Raya. 


Kegagalan ini pun diprediksi berdampak signifikan terhadap Virgin, yang sudah kerepotan untuk meluncurkan sejumlah misi agar tak terus rugi.


Start Me Up sendiri bukan hanya misi peluncuran orbital yang pertama dari tanah Britania Raya melainkan peluncuran pertama untuk Virgin Orbit dan peluncuran komersial pertama dari Eropa Barat. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini