Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Usai Diguyur Hujan Deras, 9 Kecamatan di Medan Diterjang Banjir

Aris Rinaldi Nasution
Sabtu, 19 November 2022 - 11:27
kali dibaca
Ket Foto: Banjir terjadi sejak Jumat (18/11/2022) pukul 19.00 WIB usai hujan deras. Banjir tak hanya merendam rumah rumah warga namun juga jalan umum, dan fasilitas umum. Bahkan banjir terjadi hingga pagi ini.

Mediaapakabar.com
Hujan deras dan angin kencang menyebabkan hampir seluruh kawasan di Kota Medan, Sumatera Utara terendam banjir, Sabtu (19/11/2022). 

Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman lantaran debit air semakin tinggi masuk ke pemukiman.


Banjir terjadi sejak Jumat (18/11/2022) pukul 19.00 WIB usai hujan deras. Banjir tak hanya merendam rumah rumah warga namun juga jalan umum, dan fasilitas umum. Bahkan banjir terjadi hingga pagi ini.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan M Husni mengatakan hingga saat ini sekitar 9 kecamatan terendam banjir antara lain Kecamatan Medan Johor, Medan Petisah, Medan Baru, Medan Sunggal, Medan Helvetia, Kecamatan Medan Barat, Medan Belawan, Medan Selayang dan Medan Maimun.


"Hujan terjadi disebabkan hujan intensitas tinggi dan hujan daerah pegunungan mulai pukul 19.30 wib di wilayah Kota Medan," kata Husni, Sabtu (19/11/2022).


Menurutnya banjir tak hanya disebabkan hujan deras, namun juga sejumlah sungai yang meluap dan banjir kiriman dari hulu.


"Di samping curah hujan yang tinggi, sungai meluap karena di kawasan hulu terjadi hujan. Ada tiga sungai induk yang meluap antara lain Sungai Deli, Sungai Belawan, dan Sungai Bedera," ucapnya


Husni mengatakan saat ini tim BPBD masih melakukan pendataan jumlah rumah yang terendam banjir. Selain itu, petugas juga telah menurunkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah.


"Petugas dari tadi malam sudah mengevakuasi warga. Karena debit air semakin tinggi memasuki rumah warga. Kita juga dirikan posko pengungsian dan dapur umum. Saat ini pendataan masih terus dilakukan," pungkasnya. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini