Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Pimpin Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, Bupati Taput Tekankan Perangkat Daerah Bergerak Cepat

Aris Rinaldi Nasution
Rabu, 02 November 2022 - 23:09
kali dibaca
Ket Foto : Bupati Tapanuli Utara (Taput) Drs. Nikson Nababan M.Si bersama Dandim 0210/TU Letkol Inf Hari Sandra, Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat, SH, MM didampingi Sekretaris Daerah Drs. Indra Simaremare, M. Si dan perwakilan Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapanuli Utara memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah bertempat di Sopo Rakyat Rumah Dinas Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Selasa, (01/11/2022).

Mediaapakabar.com
Bupati Tapanuli Utara (Taput) Drs. Nikson Nababan M.Si bersama Dandim 0210/TU Letkol Inf Hari Sandra, Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat, SH, MM didampingi Sekretaris Daerah Drs. Indra Simaremare, M. Si dan perwakilan Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapanuli Utara memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah bertempat di Sopo Rakyat Rumah Dinas Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Selasa, (01/11/2022).

Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang dihadiri para Staf Ahli Bupati, Asisten dan para Perangkat Daerah serta Perusda tersebut, bertujuan membahas langkah konkret pengendalian inflasi di daerah sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dan direncanakan bahwa Rakor ini Pengendalian Inflasi Daerah akan dilaksanakan setiap hari senin terhitung mulai tanggal 24 Oktober s.d 26 Desember 2022.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nikson Nababan menegaskan untuk mengambil langkah cepat untuk meningkatkan pengendalian inflasi daerah termasuk berkoordinasi dengan Forkopimda.


"Kita semua harus bergerak bersama dalam meningkatkan surplus 4 komoditi pertanian tersebut terutama bawang merah yang masih defisit, lakukan ekstensifikasi dan intensifikasi. Semua ASN juga agar turut serta  berperan seperti menanami pekarangan rumahnya dengan komoditi pertanian ini," ucap Bupati Nikson Nababan.


"Saya juga menilai kurang tepat kalau bawang putih dan bawang merah dimasukkan sebagai acuan dalam menghitung inflasi sementara daerah kita ini tidak cocok dengan komoditi tersebut terutama topologi Tapanuli Utara tidak cocok menanam bawang putih," ucap Bupati Nikson Nababan.


Bupati juga menekankan penanganan air bersih pada Kecamatan Tarutung, Sipoholon dan Siatas Barita.


“Masalah kondisi suplai air bersih rumah tangga ini harus secepatnya diselesaikan khususnya pada 3 kecamatan karena sudah kritis, ini harus segera dituntaskan. Perintah saya agar semua Perangkat Daerah yang dipimpin Saudara Sekda harus langsung fokus dalam percepatan pengendalian inflasi ini, lakukan percepatan dengan ‘all-out’. Silahkan berkoordinasi dengan TNI-Polri yang siap mendukung program Pemerintah termasuk dalam hal Inflasi,” tegas Bupati di akhir arahannya.


Dalam laporan Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Tutur Simanjuntak menyampaikan bahwa beberapa capaian Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam program pengendalian inflasi di Kabupaten Tapanuli Utara sebagai berikut: 

a. Belanja Wajib Perlindungan Sosial 2 % dari Dana Transfer Umum sebesar Rp3.330.000.000,- (tiga miliar tiga ratus tiga puluh juta rupiah) dialokasikan untuk pengadaan paket sembako dan disalurkan kepada 29.849 keluarga penerima manfaat dan saat ini masih proses penyaluran tahap I kepada Keluarga Penerima manfaat.


b. Dalam rangka menjaga pasokan komoditas hortikultura, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara secara konsisten mengembangkan komoditas Cabai dan Bawang Merah di Kabupaten Tapanuli Utara.


c. Terkait Kerjasama Antar Daerah (KAD) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah mengadakan kerjasama perdagangan hasil pertanian dengan Pemerintah Kota Batam dan sudah di Launching pada 15 September 2022.


d. Pemantauan harga komoditas tetap dilaksanakan secara rutin melalui Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tapanuli Utara.


Selanjutnya untuk memastikan laju inflasi tetap terjaga, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara akan melakukan kebijakan dan program – program sebagai berikut:


a. Melakukan pemantauan harga terhadap 20 komoditas pangan yang dapat memicu terjadinya inflasi.

b. Melaksanakan rapat teknis pengendalian inflasi bersama Forkopimda dan Perangkat Daerah Kabupaten Tapanuli Utara.

c. Pencanangan gerakan menanam untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan.

d. Melaksanakan Operasi pasar murah untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan

e. Melakukan sidak pasar secara rutin untuk mengetahui kondisi ketersedian dan harga bahan pangan.

f. Meningkatkan koordinasi dengan daerah yang defisit komoditas pangan.

g. Meningkatkan realisasi Belanja Wajib Perlindungan Sosial 2 % dari Dana Transfer Umum dialokasikan untuk pengadaan paket sembako dan disalurkan kepada 29.849 keluarga penerima manfaat.

h. dan bantuan transportasi umum di Kabupaten Tapanuli Utara. (MC/DN)

Share:
Komentar

Berita Terkini