YLBHI: Negara Harus Bertanggung Jawab dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan

Aris Rinaldi Nasution
Minggu, 02 Oktober 2022 - 22:37
kali dibaca
Ket Foto : Suasana di area Stadion Kanjuruhan,Kepanjen, Kabupaten Malang, seusai kericuhan penonton yang terjadi seusai laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derby Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/9/2022) malam.

Mediaapakabar.com
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyebut negara harus bertanggung jawab dalam tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 127 orang pada Sabtu (1/10/2022).

Hal tersebut disampaikan dalam pernyataan sikap Ketua Umum YLBHI Muhammad Isnur dalam tragedi tersebut.


"Mendesak negara (dalam hal ini pemerintah pusat dan daerah terkait) untuk bertanggung jawab terhadap jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam tragedi Kanjuruhan Malang," ujar Isnur dalam keterangan tertulis, Minggu (2/10/2022).


Selain itu, kata Isnur, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didesak untuk mengevaluasi secara tegas atas tragedi tersebut.


Propam Polri dan POM TNI diminta segera memeriksa dugaan pelanggaran profesionalisme yang dilakukan oleh aparat yang bertugas saat tragedi itu terjadi.


"(Juga) mendesak Kompolnas dan Komnas HAM untuk memeriksa dugaan Pelanggaran HAM, dugaan pelanggaran profesionalisme dan kinerja anggota kepolisian yang bertugas," kata Isnur.


Selain itu, Isnur meminta agar negara segera melakukan penyelidikan tragedi tersebut dengan membentuk tim penyelidik independen.


Kronologi peristiwa

Tragedi Stadion Kanjuruhan menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit.


Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia (berdasarkan data dari kepolisian pukul 6.00 WIB) dan ratusan lainnya dirawat di rumah sakit.


Stadion Kanjuruhan menjadi tuan rumah laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022).


Bertajuk derby Jawa Timur, duel Arema FC vs Persebaya berlangsung ketat. Lima gol tercipta dalam laga ini.


Tim tamu Persebaya unggul dua gol lebih dulu melalui aksi Silvio Junior (8') dan Leo Lelis (32'). Arema FC kemudian berhasil kedudukan lewat brace Abel Camara pada pengujung babak pertama (42', 45+1' -pen).


Namun, gol Sho Yamamoto pada menit ke-51, memastikan Arema bertekuk lutut dihadapan Persebaya dengan skor 2-3.


Hasil pertandingan derby Jatim ini ternyata tidak bisa diterima pendukung Arema FC.


Mereka kecewa dan langsung berhamburan masuk ke lapangan dengan meloncati pagar, membuat situasi tak terkendali.


Jajaran pengamanan pun terlihat kewalahan menghalau kerusuhan tersebut. Situasi makin tak terkendali ketika pihak keamanan menembakkan gas air mata ke arah tribune penonton.


Kericuhan di Stadion Kanjuruhan menimbulkan korban yang tidak sedikit. Ratusan nyawa melayang.


Menurut keterangan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, sebanyak 127 orang tewas, termasuk dua anggota Polri.


"Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri," ungkap Nico dalam jumpa pers di Malang, Minggu (2/10/2022).


Baca juga: Kerusuhan Kanjuruhan Tewaskan 127 Orang, Persebaya Ucapkan Dukacita


Niro merinci, dari jumlah korban tewas, 34 diantaranya meninggal dunia di stadion, sisanya di rumah sakit.


Selain itu, polisi mencatat, ada sekitar 180 orang yang tengah dirawat di sejumlah rumah sakit.


Dugaan sementara, para korban terinjak-injak suporter lain, serta sesak nafas akibat semprotan gas air mata jajaran keamanan.


Tragedi stadion terbesar kedua sepanjang sejarah

Menilik data dari Football Stadiums, insiden di Kanjuruhan merupakan tragedi stadion sepak bola terbesar kedua dalam sejarah jika melihat jumlah korban meninggal.


Adapun kejadian paling memilukan dalam sejarah sepak bola terjadi pada 24 Mei 1964 di Estadio Nacional, Lima, Peru. Saat itu, Peru bertanding melawan Argentina dalam kualifikasi Olimpide.


Peru tertinggal 0-1 dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir. Namun, gol penyama kedudukan Peru dianulir oleh wasit. Hal itu kemudian menimbulkan kerusuhan yang mengakibatkan 328 orang tewas. (KC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini