Austrasia Hadapi Banyak Kematian Akibat Omicron

Niel P
Kamis, 20 Januari 2022 - 08:18
kali dibaca

Foto: Australia (kompas.com)

Mediaapakabar.com
Australia telah mengalami hari paling mematikan sepanjang pandemi COVID-19. Situasi ini terjadi karena varian Omicron menyebar cepat dan membuat angka rawat inap melonjak hingga pecah rekor.

Dilansir Detikcom dari Reuters, Australia menghadapi wabah Corona terparah. Total 77 kematian akibat Corona dilaporkan dalam sehari yang berasal dari tiga negara bagian paling padat di Australia, yakni New South Wales, Victoria dan Queensland pada Selasa (18/1) waktu setempat.

"Kita telah melihat dan kita akan terus melihat kematian, sebagian besar pada orang tua, sebagian besar pada orang dengan penyakit kronis lainnya," kata Kepala Kesehatan Paul Kelly kepada Australian Broadcasting Corporation, dilansir Reuters dan Channel News Asia, Kamis (20/1/2022).

Hal itu disampaikan Kelly kemarin. Dia mengingatkan publik untuk bersiap menghadapi lebih banyak kematian akibat COVID-19 selama beberapa pekan ke depan.

Akibat situasi ini, negara bagian Victoria menaikkan status daruratnya untuk rumah sakit ke 'kode coklat'. Kode itu biasanya diterapkan untuk bencana alam atau peristiwa korban massal.

Kelly mengatakan kapasitas rumah sakit di negara itu tengah menghadapi peningkatan penerimaan pasien. Angka kematian melampaui rekor kematian tertinggi sebelumnya, saat 57 kasus dalam sehari pada Kamis (13/1) lalu.

Sementara itu, para perawat di negara bagian tetangga New South Wales (NSW) menggelar unjuk rasa di salah satu rumah sakit terbesar di Sydney. Mereka protes karena kekurangan staf.

Mereka menuntut agar pemerintah meminta bantuan tentara.

"Perawat dan bidan lelah, marah dan frustrasi dan merasa bahwa pemerintah NSW tidak mendukung mereka sama sekali," kata perwakilan serikat perawat Shaye Candish.

Meskipun angka rawat inap meningkat, pihak berwenang mencoba membenarkan keputusan mereka untuk hidup dengan virus Corona di saat inokulasi yang lebih tinggi tercapai. Ini dikarenakan gejala varian Omicron yang lebih ringan dibandingkan dengan jenis virus Corona sebelumnya.

Namun, banyaknya kasus telah memberi tekanan pada rumah sakit, dengan 5.025 orang dirawat kemarin. Padahal sebulan yang lalu, jumlah pasien COVID-19 hanya 759 orang di Australia, dan kemudian jumlahnya hampir dua kali lipat dalam dua minggu.

Otoritas setempat menyatakan bahwa anak-anak muda yang tidak divaksinasi menyumbang 'jumlah signifikan' untuk penerimaan pasien di rumah sakit Australia. Australia sejauh ini telah mencatat total 1,6 juta kasus Corona, dengan sekitar 1,3 juta kasus terdeteksi dalam dua pekan terakhir. (Dtc/DP)
Share:
Komentar

Berita Terkini